Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam. Keputusan ini diambil menyusul dugaan keracunan yang dialami puluhan pelajar setelah mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG).

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (1/10), di mana sebanyak 74 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap MBG. Gubernur Mahyeldi menegaskan penghentian operasional sebagai langkah antisipasi untuk menghindari dampak lebih luas dari insiden ini.

Respons Cepat Pemerintah dan Investigasi

Setelah penghentian dapur SPPG, Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan MBG langsung melakukan investigasi untuk mencari penyebab dugaan keracunan tersebut. Mahyeldi juga sudah menerima laporan sementara dari Bupati Agam terkait langkah-langkah yang telah diambil, seperti merujuk korban ke rumah sakit dan puskesmas terdekat guna mendapatkan perawatan intensif.

Gubernur berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di seluruh daerah. Hal ini bertujuan agar kejadian serupa tidak terulang dan memastikan program unggulan Presiden Prabowo tetap berjalan lancar tanpa hambatan.

Korban dan Penanganan di Kabupaten Agam

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Muhammad Lutfi Ar, menyampaikan bahwa hingga Kamis (2/10), masih terdapat 28 korban yang menjalani perawatan intensif di tiga pusat pelayanan kesehatan setempat. Korban meliputi pelajar, guru, serta anggota keluarga pelajar yang berasal dari Nagari Manggopoh dan Kampung Tangah.

Insiden ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan provinsi untuk memastikan keamanan dan kualitas program makan bergizi gratis yang ditujukan bagi pelajar di Sumatera Barat.