Polisi berhasil mengungkap identitas pria berinisial WFT (22) yang tinggal di Kakas Barat, Minahasa, Sulawesi Utara. WFT mengaku sebagai hacker Bjorka, sosok yang sempat menghebohkan Indonesia dengan berbagai kasus pembobolan data nasabah bank dan institusi penting.

Meski mengaku hacker Bjorka, polisi menyebut WFT bukanlah ahli IT profesional. Wakil Direktur Siber Direktorat Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus, menyatakan WFT hanya lulusan SMK yang belajar IT secara otodidak melalui media sosial dan komunitas online.

Aktivitas Transaksi Data Ilegal di Dark Web

Menurut AKBP Fian Yunus, sejak 2020 WFT aktif bertransaksi data ilegal di dark web dengan username Bjorka. Untuk menyamarkan aksinya, WFT pernah berganti nama menjadi SkyWave, Shint Hunter, hingga Oposite6890.

WFT mengaku memperoleh data dari institusi luar negeri dan domestik, termasuk perusahaan kesehatan dan swasta. Data tersebut dijual menggunakan mata uang kripto dengan nilai transaksi mencapai puluhan juta rupiah, meski angka pastinya belum terungkap secara jelas.

Jejak Digital Hacker Bjorka yang Bikin Heboh

Sosok hacker Bjorka pertama kali mencuri perhatian publik pada 2022 dan 2023 melalui serangkaian kebocoran data besar-besaran. Setelah sempat menghilang, pada September 2024 Bjorka kembali membuat kehebohan dengan membocorkan data NPWP Presiden Jokowi dan sejumlah menteri.

Beberapa aksi Bjorka yang paling mencolok antara lain:

  1. Kebocoran Data Pelanggan IndiHome: Bjorka mengklaim memiliki 26 juta data riwayat browsing pelanggan, termasuk NIK dan email. Namun, Telkom Group membantah data tersebut valid dan menyebutnya hasil fabrikasi.
  2. Kebocoran Data Registrasi SIM Card Prabayar: Bjorka mengaku memiliki 1,3 miliar data registrasi SIM berukuran 87GB, berisi NIK, nomor telepon, operator, dan tanggal registrasi.
  3. Kebocoran Data KPU: Data penduduk berjumlah 105 juta yang diduga milik KPU bocor dan dijual seharga USD 5 ribu di forum online.
  4. Dokumen Rahasia Presiden RI: Bjorka mengklaim berhasil mencuri 679.180 dokumen rahasia Presiden periode 2019-2021. Namun, BIN membantah kabar bocornya dokumen tersebut.
  5. Data Pribadi Pejabat Negara: Data pribadi Menkominfo Johnny G Plate, Mendagri Tito Karnavian, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, serta sejumlah pejabat lainnya bocor ke publik.
  6. Kebocoran Data Paspor: Sebanyak 34 juta data paspor warga Indonesia diduga bocor dan dijual seharga USD 10 ribu di blog Bjorka.
  7. Data BPJS Ketenagakerjaan: Bjorka mencuri 19 juta data anggota BPJS Ketenagakerjaan berukuran 5 GB yang meliputi NIK, nama, alamat, dan pekerjaan.
  8. Jutaan Data NPWP: Pada akhir 2024, sekitar 6,6 juta data NPWP termasuk milik Presiden Jokowi dan para menteri dijual di forum ilegal dengan harga sekitar Rp 150 juta.

Reaksi Warganet dan Dugaan Hacker Lain

Penangkapan WFT menimbulkan polemik di media sosial. Akun Instagram @Bjorkanism memposting pernyataan provokatif yang menimbulkan spekulasi bahwa hacker Bjorka asli masih bebas dan ada pihak lain yang menggunakan nama tersebut.

Tagar #Bjorka sempat trending di platform X, diwarnai perdebatan mengenai keaslian tersangka yang ditangkap polisi.