Ketahanan energi menjadi aspek krusial dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Namun, tantangan seperti ketergantungan pada energi fosil dan distribusi listrik yang belum merata di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) masih menjadi hambatan utama.
Untuk mengurai langkah strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan tersebut, detikSore on Location menggelar diskusi bertajuk Indonesia Langgas Berenergi pada Selasa, 7 Oktober 2025, pukul 16.00-18.00 WIB di Anjungan Sarinah, Jakarta Pusat.
Diskusi Strategi Ketahanan Energi
Acara ini menghadirkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia; Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo; serta Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri. Dipandu oleh Pemimpin Redaksi detikcom, Alfito Deannova Gintings, diskusi akan membahas langkah konkret seperti hilirisasi, peningkatan produksi migas (lifting), dan akselerasi transisi ke energi baru terbarukan (EBT).
Para pembicara akan menguraikan bagaimana pemerintah merancang peta jalan (roadmap) untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat pemerataan energi bersih. PLN dan Pertamina juga akan menampilkan peran vital mereka dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dan menjaga pasokan energi fosil tetap stabil.
Perspektif Lingkungan dalam Transisi Energi
Selain itu, diskusi turut menghadirkan perspektif dari aktivis lingkungan. Hal ini penting untuk menyeimbangkan kebutuhan energi dengan upaya menjaga keberlanjutan ekologi demi generasi mendatang.
Dengan menggabungkan berbagai sudut pandang, detikSore on Location bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai tantangan dan solusi menuju kemandirian energi di Indonesia.
Acara Indonesia Langgas Berenergi dapat disaksikan secara langsung di Anjungan Sarinah, Jakarta Pusat, atau melalui live streaming di platform 20detik pada tanggal 7 Oktober 2025, pukul 16.00-18.00 WIB.
Inisiatif ini dipersembahkan oleh detikcom bekerja sama dengan Kementerian ESDM dan didukung oleh PT PLN (Persero).

Tinggalkan Balasan