Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengumumkan perkembangan signifikan terkait dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS). Dalam waktu singkat, jumlah dapur yang bersertifikat mengalami peningkatan pesat.
Dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (2/10/2025), Budi Gunadi menjelaskan, “Kalau yang sertifikat layak higienis dan sanitasi ini, kemarin angkanya sekitar 20-an. Dalam dua hingga tiga hari terakhir, jumlahnya melonjak dari 36 menjadi 96, dan hari ini sudah lebih dari 100. Kami melakukan review harian terhadap angka tersebut.”
Target Semua SPPG Miliki Sertifikat Higiene dalam Sebulan
Bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Menkes menargetkan seluruh dapur Satuan Penyediaan Pangan Gratis (SPPG) mampu memperoleh SLHS dalam jangka waktu satu bulan ke depan.
“Jika ditanya target kapan, saya dan Pak Dadan sudah menargetkan paling lambat satu bulan dari surat resmi, diharapkan semua SPPG sudah mendapatkan SLHS,” terang Budi Gunadi.
Standar HACCP dan Sertifikasi Halal Jadi Fokus
Selain sertifikat higiene, pemerintah juga mewajibkan setiap SPPG memiliki sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), yang berkaitan dengan standar gizi dan manajemen risiko proses produksi.
“Kami sepakat setiap SPPG harus memiliki sertifikat HACCP, terutama terkait standar gizi dan pengelolaan risiko,” imbuh Budi Gunadi.
Tak hanya itu, setiap dapur SPPG juga akan menjalani proses sertifikasi halal. Menkes menyebutkan kolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjadi bagian dari upaya standarisasi dan pengakuan resmi.
“Kementerian Kesehatan, BPOM, dan BGN bekerja sama untuk melakukan sertifikasi. Ini merupakan proses awal standarisasi minimal,” jelas Budi Gunadi.
Dia juga menambahkan, “Kami sudah membahas akselerasi dari penerbit sertifikasi agar prosesnya cepat, berkualitas, dan tidak memberatkan dengan biaya izin yang mahal.”

Tinggalkan Balasan