Israel tengah mengerahkan buldoser untuk membangun jalan baru di wilayah Tepi Barat. Aktivitas ini berlangsung dengan pengamanan ketat dari tentara Israel yang bersiaga di lokasi pembangunan.
Menurut Ashraf Samara, warga desa Beit Ur al-Fauqa, lokasi pembangunan jalan itu berada di sekitar desanya. Dengan penjagaan tentara bersenjata, buldoser menggali tanah untuk membuka rute baru yang memisahkan permukiman Yahudi dari desa-desa Palestina.
Pengaruh Jalan Baru terhadap Mobilitas Warga Palestina
Samara menjelaskan bahwa pembangunan jalan ini bertujuan untuk membatasi akses warga Palestina ke wilayah sekitar, sekaligus membatasi pergerakan mereka. Ia menilai langkah tersebut akan mengepung desa dan komunitas Palestina dalam wilayah terbatas.
Setiap jalan baru yang mempermudah mobilitas pemukim Yahudi semakin mempersempit akses warga Palestina ke kota-kota, tempat kerja, dan lahan pertanian. Larangan penggunaan jalan tersebut menambah kesulitan warga Palestina di Tepi Barat.
Pembangunan Permukiman di Tengah Konflik Gaza
Seiring dengan perang yang berkecamuk di Gaza, permukiman Israel di Tepi Barat terus berkembang di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Beberapa negara Eropa, termasuk Inggris dan Prancis, telah mengakui negara Palestina, namun Israel tetap melanjutkan ekspansi tersebut.
Aktivis Israel Soroti Strategi Penguasaan Tanah
Hagit Ofran, dari kelompok aktivis Peace Now, menyebut pembangunan jalan ini sebagai upaya Israel untuk mengukuhkan penguasaan tanah Palestina. Israel telah mengalokasikan dana sekitar 7 miliar Shekels atau setara Rp 35 triliun sejak serangan Hamas pada Oktober 2023 untuk membangun infrastruktur di Tepi Barat.
Menurut Ofran, infrastruktur seperti jalan adalah kunci untuk menarik jutaan pemukim ke wilayah tersebut. Tanpa jalan, pemukim sulit memperluas wilayah mereka, namun dengan jalan baru, pemukim akan secara alami mulai bermigrasi.
Permukiman Israel dan Infrastruktur di Tepi Barat
Permukiman yang terus meluas sejak tahun 1967 ini didukung oleh jaringan jalan dan infrastruktur di bawah kendali Tel Aviv. Kantor Perdana Menteri Netanyahu dan militer Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait pembangunan jalan ini.

Tinggalkan Balasan