Gelombang unjuk rasa yang menuntut reformasi pendidikan dan kesehatan di Maroko semakin meluas, dipimpin oleh kelompok muda yang dikenal sebagai Gen Z. Aksi protes ini berujung pada insiden penyerbuan kantor polisi di wilayah Lqliaa, dekat kota pesisir Agadir, yang menyebabkan dua orang tewas akibat tembakan petugas kepolisian.
Demonstrasi ini diprakarsai oleh GenZ 212, sebuah kelompok yang terbentuk melalui platform Discord dan masih menyimpan misteri soal pendirinya. Dalam beberapa hari terakhir, gelombang protes ini menggemparkan sejumlah kota besar di Maroko, seperti Casablanca, Tangier, dan Tetouan.
Penyerbuan Kantor Polisi dan Bentrokan
Kementerian Dalam Negeri Maroko menyampaikan bahwa lebih dari 400 orang telah ditangkap dan hampir 300 lainnya mengalami luka-luka selama serangkaian bentrokan yang terjadi di berbagai wilayah. Pada Rabu malam (1/10), sekelompok massa berusaha menyerbu kantor polisi di Lqliaa untuk merampas amunisi dan senjata dinas kepolisian.
Menurut laporan kantor berita pemerintah MAP yang mengutip pejabat setempat, polisi terpaksa menggunakan senjata api untuk membela diri dan menangkis serangan tersebut. Meskipun berhasil menahan serangan awal, kelompok yang sama kembali menyerang dengan membawa senjata tajam, menyebabkan dua orang tewas dan beberapa lainnya terluka.
Aksi Protes di Berbagai Kota dan Tuntutan Demonstran
Pada hari yang sama, ratusan demonstran berkumpul di kota-kota besar Maroko dengan izin resmi untuk pertama kali sejak aksi dimulai pada 27 September. Para pengunjuk rasa menyerukan pemberantasan korupsi, kebebasan, martabat, dan keadilan sosial. Beberapa di antara mereka juga menuntut agar Perdana Menteri Aziz Akhannouch mengundurkan diri.
Meskipun sebagian besar demonstrasi berlangsung damai, ada laporan insiden kekerasan di Sale, dekat Rabat, di mana sejumlah orang membakar mobil polisi dan kantor cabang bank.
Reaksi dan Fokus Kelompok GenZ 212
Kelompok GenZ 212 menyatakan penyesalan atas kekerasan yang terjadi selama unjuk rasa. Mereka menegaskan bahwa kelompok ini merupakan ruang diskusi yang fokus pada isu-isu penting seperti kesehatan, pendidikan, dan pemberantasan korupsi, yang berdampak pada seluruh warga Maroko.
Ketimpangan sosial menjadi isu utama yang memicu demonstrasi ini, dengan disparitas regional dan kesenjangan signifikan antara sektor publik dan swasta yang masih menjadi tantangan besar bagi Maroko.

Tinggalkan Balasan