Campus League resmi dimulai pada Oktober 2025, menandai langkah awal kompetisi olahraga yang dirancang untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional dari level perguruan tinggi.

Kompetisi perdana yang digelar adalah futsal, dengan peserta mencapai 64 tim dari universitas di empat kota besar Pulau Jawa, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.

Inisiatif Tingkatkan Prestasi Olahraga Nasional

CEO Campus League, Ryan Gozali, menyatakan bahwa kompetisi ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk memperkuat mata rantai prestasi olahraga yang belum optimal di Indonesia.

“Campus League lahir dari inisiatif untuk ikut serta berperan dalam peningkatan prestasi olahraga kita secara nasional. Kami melihat, kompetisi olahraga di level perguruan tinggi yang integral merupakan kebutuhan mutlak untuk memperkuat mata rantai prestasi olahraga kita yang belum sepenuhnya maksimal,” ujar Ryan dalam keterangan pers.

Rencana Jangka Panjang Campus League

Blueprint Campus League dibagi dalam tiga fase selama 10 tahun ke depan:

  • Fase pertama (2025-2027): Penyelenggaraan kompetisi di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
  • Fase kedua (2028-2029): Memulai konsep home & away serta menambah kompetisi non-olahraga.
  • Fase ketiga (2030-2034): Tahap keberlanjutan dengan pembentukan closed league division dan komersialisasi.

Fokus Awal pada Futsal

Karena waktu yang terbatas pada kuartal terakhir 2025, Campus League memilih untuk menggelar kompetisi futsal terlebih dahulu. Olahraga ini dianggap paling populer dan siap dipertandingkan di kalangan mahasiswa.

Ryan menambahkan, musim perdana resmi Campus League akan berlangsung pada 2026 dengan cakupan wilayah yang lebih luas dan cabang olahraga yang lebih beragam, termasuk kompetisi non-olahraga.

Cabang Olahraga dan Program Mendatang

Musim perdana 2026 akan menampilkan tiga cabang olahraga utama yang diminati mahasiswa: basket, bulu tangkis, dan futsal. Selain itu, akan ada kompetisi uni-games yang mencakup sepak bola putri, panjat dinding, ju-jitsu, wushu, dart, dan biliar.