Akhmad Gojali Harahap resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum DPP Prabowo Mania 08, menggantikan Immanuel Ebenezer alias Noel yang terjerat kasus korupsi. Penetapan ini berlangsung dalam rapat pleno gabungan di Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Keputusan tersebut diambil melalui mekanisme rapat pleno yang melibatkan pengurus harian dan pengurus departemen sesuai AD/ART Prabowo Mania 08. Pergantian ini menjadi bagian dari upaya restrukturisasi kepengurusan organisasi.
Restrukturisasi dan Konsolidasi Organisasi
Akhmad Gojali menyampaikan, rapat pleno membahas berbagai hal penting untuk pengembangan Prabowo Mania 08 ke depan. “Kami tegas mengawal dan menyukseskan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” ujar Gojali.
Organisasi ini juga akan mempercepat konsolidasi mulai dari tingkat DPP, DPD, DPC, hingga kelurahan. “Harapannya Prabowo Mania 08 akan bangkit kembali sesuai cita-cita awal,” tambahnya.
Dalam waktu dekat, DPP akan melakukan road show untuk bertemu para pembina, penasehat, dan lembaga negara guna memperkuat silaturahmi kebangsaan.
Perubahan Struktur Pengurus
Noel menyerahkan jabatan ketua umum melalui surat resmi kepada Akhmad Gojali, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Prabowo Mania 08. Selain itu, Agustin Lumban Gaol ditunjuk sebagai Sekjen baru menggantikan Gojali.
Bambang Widjanarko Setio ditetapkan sebagai Bendahara Umum DPP Prabowo Mania 08 sekaligus tetap menjabat Ketua DPD Prabowo Mania 08 Jawa Timur.
Diketahui, Akhmad Gojali merupakan aktivis 98 dan pernah menjabat Wakil Komandan Tim Golf Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Sejak Oktober 2024, ia juga dipercaya sebagai Komisaris Independen BUMN PT IFG Life.
Kasus Korupsi Noel
Noel terseret kasus pemerasan pengurusan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan yang telah berlangsung sejak 2019. Biaya pengurusan yang semestinya Rp 275 ribu, meningkat drastis hingga Rp 6 juta.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, total uang yang mengalir dari selisih biaya tersebut mencapai Rp 81 miliar, dengan Rp 69 miliar di antaranya mengalir ke Irvian Bobby Mahendro.
Dalam kasus ini, Noel yang saat itu menjabat Wakil Menteri Ketenagakerjaan menerima jatah sebesar Rp 3 miliar dan satu motor Ducati sebagai bagian dari pemerasan.

Tinggalkan Balasan