Sejumlah kapal Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza kembali menjadi sorotan dunia setelah dicegat oleh pasukan Israel. Insiden ini memicu kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk Turki yang menuding tindakan Tel Aviv sebagai “aksi terorisme”.

Pencegatan kapal-kapal yang membawa aktivis dan politisi dari berbagai negara, termasuk aktivis lingkungan Swedia Greta Thunberg, berlangsung saat armada ini berada kurang dari 170 kilometer dari Jalur Gaza. Kondisi ini menambah ketegangan di tengah situasi kemanusiaan yang makin memburuk di wilayah tersebut.

Turki Tuduh Israel Lakukan Aksi Terorisme

Kementerian Luar Negeri Turki mengeluarkan pernyataan keras menanggapi aksi Angkatan Laut Israel yang mencegat dan menaiki kapal-kapal Global Sumud Flotilla. Menurut Ankara, tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan membahayakan nyawa warga sipil yang tidak bersalah.

“Ini adalah aksi terorisme yang tidak dapat diterima,” tegas pernyataan resmi dari Turki. Global Sumud Flotilla sendiri terdiri dari sekitar 45 kapal yang bertujuan menembus blokade Israel untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Kolombia Usir Diplomat Israel Setelah Pencegatan Kapal

Presiden Kolombia Gustavo Petro mengambil langkah drastis dengan mengusir seluruh diplomat Israel yang tersisa di negaranya. Keputusan ini diambil sebagai respons atas penahanan dua aktivis Kolombia dan pencegatan kapal-kapal Global Sumud Flotilla oleh militer Israel.

Petro menyebut tindakan Israel sebagai “kejahatan internasional baru” yang tidak bisa dibiarkan. Pengusiran diplomat ini menjadi salah satu reaksi diplomatik paling tegas terkait insiden di perairan Gaza.

Global Sumud Flotilla Terus Lanjutkan Perjalanan

Meskipun 13 kapal telah dicegat oleh pasukan Israel, sekitar 30 kapal lainnya tetap melanjutkan perjalanan menuju Jalur Gaza. Penyelenggara misi menegaskan tekad mereka untuk mengantarkan bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina yang tengah mengalami krisis pangan dan kemanusiaan.

Kapal-kapal yang ikut dalam misi ini berasal dari berbagai negara dan mengangkut aktivis serta politisi yang mendukung pembukaan blokade Israel di Gaza.

Hamas Kutuk Israel atas Penangkapan Kapal

Kelompok Hamas mengecam keras tindakan Israel, menyebutnya sebagai aksi pembajakan. Hamas menyerukan komunitas internasional untuk mengutuk tindakan Tel Aviv dan mendesak penghentian blokade yang dianggap memperparah kondisi warga Gaza.

Kepada media, Hamas menyatakan bahwa upaya Global Sumud Flotilla merupakan bentuk solidaritas internasional untuk meringankan penderitaan warga Palestina.

Israel Beri Peringatan Terakhir Evakuasi Kota Gaza

Di tengah ketegangan, Israel mengeluarkan peringatan terakhir kepada warga sipil di Kota Gaza agar segera meninggalkan wilayah tersebut. Kota Gaza adalah kota terbesar di Jalur Gaza yang kini semakin dikepung oleh pasukan Israel.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa operasi militer akan lebih diperketat untuk mengisolasi anggota Hamas. “Ini adalah kesempatan terakhir bagi warga Gaza yang ingin pindah ke selatan,” kata Katz melalui akun media sosial X.