Optimisme sebagai Strategi Menghadapi Ancaman Geopolitik

Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan memanas, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Dr Andi Muh Yuslim Patawari, mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap optimis. Ia menekankan bahwa optimisme harus dijadikan sebagai sikap strategis untuk bertahan, beradaptasi, dan terus tumbuh.

Dalam paparannya bertajuk “Menatap Optimisme di Tengah Ancaman Geopolitik” di Jakarta Selatan, Andi Yuslim Patawari menyampaikan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan berat. Mulai dari ketegangan antar-kekuatan besar, perang ekonomi dan sanksi internasional, hingga krisis pangan dan energi serta perebutan sumber daya akibat perubahan iklim.

“Kondisi global ini jelas membawa potensi dampak yang signifikan bagi Indonesia. Kita menghadapi ancaman fluktuasi harga pangan dan energi yang membuat ketahanan ekonomi kita menjadi rentan,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Minggu (12/4/2026).

Dampak Ekonomi Global pada Kelompok Akar Rumput

Andi Yuslim Patawari juga menyoroti dampak tekanan ekonomi global terhadap kelompok akar rumput, khususnya para petani, nelayan, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Jika tidak segera diantisipasi, hal ini berpotensi memicu peningkatan ketimpangan sosial di masyarakat.

Meski ancaman di depan mata cukup nyata, tokoh kelahiran Bone tersebut menekankan bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapinya. Kekuatan itu mencakup sumber daya alam (SDA) yang melimpah, bonus demografi, ketahanan sosial dan budaya masyarakat, serta posisi strategis Indonesia di kancah global.

Dua Strategi Utama untuk Menghadapi Krisis

Untuk memaksimalkan kekuatan tersebut dan mengubah krisis menjadi peluang, Andi merumuskan dua strategi utama yang harus segera diimplementasikan:

  • Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    Indonesia harus mulai melepaskan diri dari ketergantungan impor. Strateginya adalah dengan mengutamakan produksi dalam negeri dan memberdayakan para petani lokal secara masif. Pangan yang berdaulat adalah kunci ketahanan nasional.

  • Memperkuat Ekonomi Kerakyatan

    Fokus pembangunan ekonomi harus diarahkan pada sektor riil. Hal ini dapat dicapai melalui dukungan penuh terhadap UMKM serta penguatan ekonomi di tingkat lokal agar roda perekonomian akar rumput tetap berputar meski ada badai krisis global.

Optimisme sebagai Strategi Bertahan dan Berkembang

“Optimisme bukan sekadar harapan kosong, melainkan strategi. Dengan kedaulatan pangan dan ekonomi kerakyatan, kita tidak hanya akan bertahan dari ancaman geopolitik, tetapi juga bangkit dan tumbuh menjadi negara yang lebih mandiri,” pungkas Andi Yuslim.