Valentino Rossi kembali mengungkapkan sosok-sosok yang dianggapnya sebagai rival terberat selama menjalani karier panjang di dunia MotoGP. Dalam pernyataannya, The Doctor menyinggung beberapa nama besar, namun menariknya, nama Marc Marquez tidak masuk dalam daftar tersebut.
Rossi yang memulai debutnya pada 1996 dan memutuskan pensiun pada 2021, telah menorehkan sejarah dengan tampil di empat kelas berbeda, yakni 125 cc, 250 cc, 500 cc, dan MotoGP. Total ia menjalani 26 musim balapan, dengan 22 musim di kelas premier.
Rival Terberat Menurut Valentino Rossi
Di tengah deretan pebalap kelas dunia yang pernah ia hadapi, Rossi menyebutkan beberapa nama yang menurutnya menjadi pesaing paling berat. “Saya punya banyak rival berat selama karir, dan saya pikir itu antara Stoner, Lorenzo, Biaggi, Pedrosa. Ini sulit dikatakan siapa yang terbesar. Mungkin Lorenzo karena kami berada di tim yang sama dan menjadi rekan setim untuk waktu yang lama,” ujar Rossi dalam konferensi pers peluncuran livery khusus VR46 Racing Team, di Cinepolis Senayan Park, Rabu (30/9/2025).
Ia pun menggambarkan hubungannya dengan Jorge Lorenzo sebagai sesuatu yang rumit dan erat, seperti sebuah hubungan percintaan. Rossi dan Lorenzo pernah menjadi rekan setim selama tujuh musim yang terbagi dalam dua periode, yaitu 2007-2010 dan 2013-2016.
Rivalitas yang Kompleks dengan Lorenzo
Selain berkompetisi, keduanya juga berbagi dinamika yang unik karena pernah menjadi rekan satu tim Yamaha. Rossi menambahkan, “Kami nggak sekadar rival, ya seperti kisah percintaan,” yang mencerminkan kompleksitas hubungan mereka di lintasan balap.
Absennya Nama Marquez dalam Daftar Rival
Menariknya, dalam daftar rival terberat tersebut, nama Marc Marquez tidak disebutkan. Padahal, selama karier di kelas utama MotoGP, keduanya dikenal memiliki rivalitas yang sengit dan penuh persaingan ketat. Bahkan, rivalitas itu tetap terasa meski Rossi sudah pensiun dari dunia balap.
Hal ini pun menjadi perhatian banyak penggemar MotoGP, mengingat Marquez merupakan salah satu pebalap paling dominan di era Rossi akhir kariernya. Meski demikian, Rossi memilih fokus pada rival-rival yang memiliki hubungan khusus dalam perjalanan kariernya.

Tinggalkan Balasan