Tim Gabungan Terus Lakukan Pencarian Korban Bencana

Di hari ke 9 pasca bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor yang menimpa Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, tim gabungan dari berbagai unsur terus melakukan upaya pencarian korban. Seiring dengan mulai terbukanya sejumlah akses jalan, jumlah korban yang diketemukan terus bertambah.

Per hari Jumat 5 Desember 2025 pukul 19.00 WIB, Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencana di Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat bahwa sudah ada 867 orang korban dalam kondisi meninggal diketemukan. Jumlah korban meninggal terbanyak di wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat yang mencapai 156 orang korban meninggal dunia.

Berdasarkan rekapitulasi data terbaru wilayah terdampak bencana di Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencana di Badan Nasional Penanggulangan Bencana per Jumat 5 Desember 2025 pukul 19.00 WIB mencapai 51 wilayah Kabupaten dan Kota.

Korban meninggal dunia sebanyak 867 orang, korban dilaporkan hilang 521 orang, dan korban mengalami luka sebanyak 4.200 orang. Kerusakan yang ditimbulkan, di 51 wilayah Kabupaten dan Kota terdampak sebanyak 121.000 unit rumah warga mengalami rusak.

Untuk fasilitas umum tercatat 1.100 bangunan, fasilitas kesehatan 270 unit, fasilitas Pendidikan 509 lokasi, rumah ibadah 338 unit, gedung atau kantor sebanyak 221 bangunan, dan jembatan sebanyak 405 mengalami rusak.

Rekapitulasi Terdampak Bencana Per Wilayah

Provinsi Aceh

  • Korban meninggal dunia: 345 jiwa
  • Korban hilang: 174 orang
  • Korban luka: 3.500 orang
  • Wilayah terdampak: 18 kabupaten kota
  • Rumah rusak: 115.300 unit
  • Fasilitas umum: 704 bangunan
  • Fasilitas kesehatan: 245 lokal
  • Fasilitas pendidikan: 258 lokal
  • Rumah ibadah: 201 bangunan
  • Gedung atau kantor: 205 bangunan
  • Jembatan: 312

Provinsi Sumatera Barat

  • Korban meninggal dunia: 210 jiwa
  • Korban hilang: 214 orang
  • Korban luka: 112 orang
  • Wilayah terdampak: 16 kabupaten kota
  • Rumah rusak: 3.300 unit
  • Fasilitas umum: 339 bangunan
  • Fasilitas kesehatan: 24
  • Fasilitas pendidikan: 197 lokal
  • Rumah ibadah: 118 bangunan
  • Gedung atau kantor: 16 bangunan
  • Jembatan: 64

Provinsi Sumatera Utara

  • Korban meninggal dunia: 312 jiwa
  • Korban hilang: 133 orang
  • Korban luka: 652 orang
  • Wilayah terdampak: 17 kabupaten kota
  • Rumah rusak: 2.400 unit
  • Fasilitas umum: 74 bangunan
  • Fasilitas kesehatan: 1
  • Fasilitas pendidikan: 54 lokal
  • Rumah ibadah: 19 bangunan
  • Gedung atau kantor: 0 (nihil)
  • Jembatan: 27

Upaya Pemulihan dan Bantuan

Selain pencarian korban, upaya pemulihan juga terus dilakukan oleh berbagai pihak. Bantuan logistik, medis, dan sarana pengungsian terus dialirkan ke daerah-daerah yang terkena dampak bencana. Masyarakat setempat juga dilibatkan dalam proses pembersihan dan perbaikan infrastruktur yang rusak.

Pemerintah daerah dan lembaga penanggulangan bencana terus memperbarui data dan informasi terkait situasi terkini. Koordinasi antar instansi dan komunitas lokal menjadi kunci dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Dengan kondisi yang masih memprihatinkan, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Selain itu, partisipasi aktif dari masyarakat luas melalui donasi dan relawan sangat diperlukan dalam upaya pemulihan dan pencegahan bencana di masa depan.