Situasi tegang terjadi ketika kapal Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza dicegat oleh pasukan Israel. Dalam insiden tersebut, 24 warga negara Turki ditahan oleh otoritas Israel, memicu reaksi keras dari pemerintah Turki yang langsung membuka penyelidikan.
Global Sumud Flotilla, armada yang terdiri dari sekitar 45 kapal dengan aktivis dan politisi dari berbagai negara, termasuk Greta Thunberg asal Swedia, berlayar dari Spanyol bulan lalu. Tujuan mereka adalah menembus blokade Israel di Jalur Gaza dan mengantarkan bantuan kemanusiaan.
Pencegatan dan Penahanan Warga Turki
Pasukan Israel mencegat armada tersebut pada Rabu (1/10) setelah mengeluarkan peringatan agar kapal-kapal tidak memasuki perairan yang dianggap berada di bawah blokade Israel. Kapal yang membawa Greta Thunberg termasuk yang dicegah melanjutkan perjalanan.
Kantor Kejaksaan Istanbul mengumumkan penyelidikan terkait pencegatan ini. Mereka menyatakan 24 warga Turki ditangkap dalam serangan yang dilakukan oleh angkatan laut Israel di perairan internasional terhadap Global Sumud Flotilla.
Menurut pernyataan resmi, penyelidikan akan fokus pada dugaan pelanggaran serius seperti perampasan kemerdekaan, pembajakan, penahanan sarana transportasi, penjarahan besar-besaran, kerusakan material, dan penyiksaan. Penyelidikan serupa juga diluncurkan oleh kantor kejaksaan di Ankara berdasarkan hukum pidana Turki yang mengatur yurisdiksi atas kejahatan internasional yang melibatkan warga negara Turki.
Reaksi Keras Turki dan Rencana Deportasi Israel
Kementerian Luar Negeri Turki mengecam tindakan Israel sebagai “aksi terorisme”. Pemerintah Turki berharap insiden ini tidak menghambat upaya mencapai gencatan senjata di Gaza.
Sementara itu, otoritas Israel menyatakan bahwa para aktivis yang ditahan akan dideportasi ke Eropa. Mereka memastikan kondisi para tahanan dalam keadaan aman dan sehat, namun tidak merinci jumlah pasti orang yang ditangkap.
Global Sumud Flotilla Tetap Melanjutkan Misi
Meski beberapa kapal telah dicegat, Global Sumud Flotilla memastikan bahwa puluhan kapal lainnya akan terus melanjutkan perjalanan menuju Gaza. Juru bicara armada, Saif Abukeshek, menyebutkan bahwa sekitar 13 kapal dengan total sekitar 200 orang, mayoritas dari Spanyol dan Italia, telah dicegat oleh pasukan Israel.
Dalam video yang diunggah di Instagram, Abukeshek menegaskan, “Misi kami terus berlanjut,” menandakan tekad armada untuk meneruskan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza meski menghadapi hambatan.

Tinggalkan Balasan