Kebijakan Efisiensi Gubernur Sulawesi Utara yang Menghebohkan

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus (YSK), dikenal dengan kebijakannya yang selalu menarik untuk dibahas. Salah satu kebijakan terbaru yang menarik perhatian adalah penghematan anggaran perjalanan dinas kepala daerah yang mencapai Rp 1,9 miliar. Angka ini terungkap saat panitia khusus (Pansus) DPRD Sulut melakukan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur tahun anggaran 2025.

Penghematan Anggaran yang Signifikan

Dalam rapat tersebut, ketua pansus Rasky Mokodompit dan wakil ketua Louis Schramm mengungkapkan fakta mengenai penghematan anggaran perjalanan dinas kepala daerah. Jumlah penghematan ini sangat besar, yaitu sekitar Rp 1,9 miliar. Angka ini menjadi perhatian utama bagi para anggota Pansus karena menunjukkan komitmen Gubernur YSK dalam efisiensi penggunaan uang rakyat.

Penjelasan dari Kepala Biro Adpim

Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Sulut, Christian A.R. Iroth, S.STP., menjelaskan bahwa penghematan ini berasal dari kebijakan pribadi Gubernur YSK yang membatasi pengawalan protokoler saat bertugas ke luar daerah. Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Gubernur YSK sangat ketat dalam efisiensi. Selama tahun 2025, beliau tidak pernah menggunakan anggaran perjalanan dinas untuk pendamping atau ajudan. Tiap kali ke Jakarta, beliau pergi sendiri.

Christian merespons interupsi anggota Pansus terkait rincian laporan keuangan di biro yang dipimpinnya. Beliau menjelaskan bahwa Gubernur Yulius berpandangan bahwa fasilitas negara harus digunakan seefektif mungkin dengan mengoptimalkan peran Badan Penghubung di Jakarta untuk memfasilitasi setiap kegiatan kedinasan.

Fokus pada Efisiensi dan Integritas

Menurut Christian, Gubernur Yulius sedang fokus pada efisiensi. Sampai saat ini, seingatnya belum pernah ada penggunaan anggaran perjalanan dinas Gubernur yang menyertakan pendamping. Christian menyebutkan bahwa Gubernur Yulius ingin menunjukkan integritas sebagai pimpinan pemerintahan dengan memulai efisiensi dari dirinya sendiri.

“Kira-kira penghematan itu di sekitaran Rp1,9 miliar khusus untuk perjalanan dinas kepala daerah. Pak Gubernur selalu pergi sendiri tanpa ajudan atau Sespri. Bagian dari efisiensi itu sudah diterapkan dari pribadi Pak Gubernur sendiri,” pungkasnya.

Peran Badan Penghubung

Penggunaan Badan Penghubung di Jakarta menjadi salah satu strategi utama dalam efisiensi ini. Dengan memaksimalkan peran badan tersebut, Gubernur YSK dapat memastikan bahwa semua kegiatan kedinasan tetap berjalan lancar tanpa perlu mengeluarkan anggaran tambahan untuk pendamping atau ajudan.

Tindakan Konkrit dari Gubernur

Selain itu, Gubernur YSK juga mengambil tindakan konkrit dalam hal penghematan. Beliau memilih untuk tidak menggunakan anggaran perjalanan dinas untuk keperluan pribadi, seperti perjalanan ke Jakarta. Hal ini menunjukkan keseriusan beliau dalam menjalankan kebijakan efisiensi dan transparansi dalam penggunaan uang rakyat.

Kesimpulan

Kebijakan efisiensi yang diambil oleh Gubernur Yulius Selvanus merupakan langkah penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah. Dengan penghematan yang signifikan, beliau memberikan contoh yang baik dalam penggunaan sumber daya negara secara bijak dan bertanggung jawab.