Tantangan Kesehatan yang Semakin Kompleks
Dunia kesehatan saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Perubahan iklim dan perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain menjadi faktor utama yang memengaruhi kesehatan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Prof Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi, dalam orasi ilmiahnya sebagai pembicara kunci dalam rangka Milad ke 21 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba), pada Senin 27 Oktober 2025.
Selain itu, populasi dunia, termasuk di Indonesia, harus siap menghadapi ancaman resistensi antimikroba (AMR). AMR menjadi salah satu dari 10 besar ancaman kesehatan global. “Pada awalnya, WHO menyebut AMR sebagai silent pandemic. Namun, sekarang tidak hanya WHO, tetapi juga Bank Dunia sepakat dengan pandangan ini,” ujar Prof Tjandra.
Menurut data, pada tahun 2050 diperkirakan 10 juta nyawa manusia akan hilang setiap tahun akibat penyakit yang dipicu oleh resistensi antimikroba. Oleh karena itu, tenaga kesehatan di Indonesia perlu mulai bersiap menghadapi tantangan ini. Sayangnya, Indonesia masih menghadapi keterbatasan tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis. Bahkan jika ada, distribusinya cenderung terkonsentrasi di Pulau Jawa.
“FK Unisba bisa berkontribusi dalam menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks ini, terutama di bidang perubahan iklim dan AMR,” ujar Prof Tjandra.
Inisiatif FK Unisba untuk Menghadapi Tantangan Kesehatan
Dekan Fakultas Kedokteran Unisba, Dr. Santun Bhekti Rahimah, dr., M.Kes., MMRS., menjelaskan bahwa FK Unisba sedang bersiap membuka tiga program studi (prodi) spesialis baru. Ketiga prodi tersebut adalah Obstetri dan Ginekologi, Spesialis Anak, serta Kedokteran Kerja (Okupasi).
Santun menambahkan bahwa ketiga prodi ini ditargetkan mulai menerima mahasiswa pada semester genap tahun akademik mendatang. Pembukaan prodi spesialis ini merupakan bagian dari upaya fakultas untuk memperluas kontribusi di bidang pendidikan kedokteran dan pelayanan masyarakat.
Program Studi Baru yang Dibuka
-
Obstetri dan Ginekologi
Prodi ini akan memberikan pelatihan khusus dalam bidang kesehatan reproduksi wanita dan perawatan ibu selama kehamilan hingga persalinan. -
Spesialis Anak
Prodi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam menangani masalah kesehatan anak, termasuk pencegahan dan pengobatan penyakit anak. -
Kedokteran Kerja (Okupasi)
Prodi ini fokus pada kesehatan kerja dan perlindungan kesehatan pekerja di berbagai sektor industri.
Pentingnya Persiapan untuk Masa Depan Kesehatan
Tantangan kesehatan yang semakin kompleks memerlukan persiapan yang matang. Dengan adanya prodi spesialis baru, FK Unisba diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan. Selain itu, peningkatan jumlah tenaga kesehatan spesialis akan membantu mengurangi beban di Pulau Jawa dan memperluas akses layanan kesehatan di daerah lain.
Dalam konteks global, isu AMR dan perubahan iklim membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan negara. FK Unisba, melalui inisiatifnya, berkomitmen untuk berkontribusi dalam menghadapi tantangan-tantangan ini. Dengan pendidikan yang berkualitas dan pelayanan yang baik, FK Unisba diharapkan dapat menjadi model bagi institusi pendidikan kesehatan lainnya di Indonesia.

Tinggalkan Balasan