Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional

Presiden RI ke-2, Soeharto, resmi ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada perayaan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 2025. Keputusan ini menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat, baik pro maupun kontra.

Soeharto dianggap memiliki kontribusi signifikan dalam pembangunan bangsa, terutama dalam membangun infrastruktur dan pertanian. Di Lombok Tengah, khususnya, banyak program yang dijalankan selama masa kepemimpinannya memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.

Jejak Infrastruktur di Lombok Tengah

Ketua Golkar Lombok Tengah, HM Nursiah, menyampaikan bahwa kepemimpinan Soeharto memberikan pengaruh besar terhadap partai Golkar. Dari sisi program pemerintah, mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota, terlihat adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Bagaimana infrastruktur di Lombok Tengah, buktinya ada dua Bendungan yaitu Bendungan Batujai dan Bendungan Pengga. Itu pada masa beliau,” jelas Nursiah saat ditemui di pendopo wakil bupati, Kamis (13/11/2025).

Bendungan-bendungan tersebut menjadi salah satu contoh nyata dari upaya pemerintahan Soeharto dalam mengembangkan sektor air dan irigasi, yang sangat penting untuk mendukung pertanian dan kebutuhan masyarakat.

Swasembada Pangan

Selain infrastruktur, Soeharto juga dikenal atas keberhasilannya dalam mewujudkan swasembada pangan. Di Lombok Tengah, khususnya di bagian selatan, terdapat program gogo rancah (gora) yang terkait dengan kondisi tanah.

“Keberhasilan padi gora dengan segala rekayasa teknik dan sosialnya telah mengundang Presiden Soeharto dan Tien Soeharto, melakukan panen gora di Desa Teruwai, Lombok Tengah pada Maret 1981,” ungkap orang nomor dua di Lombok Tengah ini.

Program ini membantu meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat, yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Soeharto.

Kehormatan Besar

Nursiah menjelaskan, penganugerahan gelar pahlawan nasional adalah sebuah kehormatan besar yang menjadi bukti nyata dari perjuangan dan pengabdian Soeharto selama hidupnya.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada bapak Presiden Prabowo Subianto atas penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk Almarhum Jenderal Besar TNI Soeharto,” demikian Nursiah.

Penghargaan ini tidak hanya menjadi penghargaan bagi Soeharto, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi yang telah diberikan selama masa kepemimpinannya.

Pro dan Kontra dalam Penetapan

Meski ada pihak yang merasa bangga dengan penghargaan ini, masih ada pula yang mengkritik kebijakan Soeharto selama Orde Baru (1966-1998). Periode ini dikenal dengan berbagai isu seperti pelanggaran HAM dan otoritarianisme. Namun, bagi banyak orang, kontribusi Soeharto dalam membangun infrastruktur dan memajukan pertanian tidak bisa dipandang remeh.

Penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional menjadi momen yang memicu diskusi luas tentang bagaimana sejarah suatu tokoh dinilai dan diingat oleh masyarakat. Bagi beberapa kalangan, ini adalah bentuk penghargaan yang layak diberikan, sementara bagi yang lain, ini menjadi pertanyaan tentang nilai-nilai keadilan dan kebenaran sejarah.