Tempat Pembuangan Sampah yang Masih Digunakan Meski Sudah Ditutup

Di Gang Mesjid, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, terdapat sebuah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang sebenarnya sudah ditutup. Namun, warga masih membuang sampah ke lokasi tersebut. Hal ini menimbulkan masalah karena sampah sering tidak terangkut sepenuhnya dan akhirnya menumpuk di sekitar TPS.

Warga setempat mengeluhkan kondisi ini. Salah satu warga bernama Hoer mengatakan bahwa pengangkutan sampah dilakukan rutin setiap pagi. Namun, terkadang tidak semua sampah berhasil diangkut. “Kalau pengangkutannya memang rutin setiap pagi. Tapi, sering tidak terangkut semua sampahnya,” ujarnya saat berbincang dengan viamedianetwork.com di dekat TPS, Senin (3/11/2025).

Sampah yang tidak terangkut biasanya dibiarkan hingga pengangkutan berikutnya. “Nunggu pagi lagi. Baru diangkut,” tambahnya. Akibatnya, sampah yang menumpuk sering kali menjadi bau dan menimbulkan keluhan dari warga sekitar.

Hoer juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menambah jumlah armadanya agar sampah dapat terangkut secara lebih efisien. “TPS-nya memang sudah ditutup. Tapi, kami masih membuang sampah di sini. DLH juga harus berkoordinasi dengan setempat agar sampahnya terangkut semua,” ujarnya.

Selain warga setempat, ada juga warga lain yang sering membuang sampah di TPS ini. Amay, salah satu warga lainnya, mengatakan bahwa bukan hanya warga Cilendek yang membuang sampah di TPS ini. Ia sering melihat pemotor yang melintas membuang sampah di tempat tersebut.

“Banyak banget. Jadi, memang ya berhubung dipinggir jalan, banyak yang buang langsung gitu kesini,” ujarnya.

Pantauan viamedianetwork.com pada pukul 09.30 WIB menunjukkan bahwa masih ada sampah yang belum terangkut. Beberapa gerobak dan armada terlihat hilir mudik melewati TPS ini. Beberapa gerobak sudah penuh oleh sampah dan tinggal menunggu giliran untuk dipindahkan ke armada DLH.

Masalah Pengelolaan Sampah yang Masih Membayangi

Masalah pengelolaan sampah di TPS ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara jumlah sampah yang dihasilkan dan kapasitas pengangkutan yang tersedia. Hal ini tentu saja memengaruhi kualitas lingkungan sekitar dan kenyamanan warga.

Beberapa langkah perlu diambil untuk mengatasi masalah ini. Pertama, DLH perlu meningkatkan jumlah armada pengangkut sampah agar bisa menangani volume sampah yang semakin meningkat. Kedua, koordinasi dengan pihak setempat harus diperkuat agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya tidak membuang sampah sembarangan juga sangat diperlukan. Dengan kesadaran yang lebih baik, masyarakat akan lebih cenderung menggunakan tempat pembuangan sampah yang telah disediakan dan tidak melakukan tindakan yang merusak lingkungan.

Solusi yang Perlu Dilakukan

Untuk menyelesaikan masalah ini, beberapa solusi dapat diterapkan:

  • Penambahan Armada Pengangkut Sampah:

    DLH perlu menambah jumlah armada pengangkut sampah agar dapat mengangkut seluruh sampah yang dihasilkan setiap hari. Ini akan membantu mengurangi penumpukan sampah di TPS.

  • Koordinasi dengan Pihak Setempat:

    Dinas Lingkungan Hidup perlu bekerja sama dengan warga dan pemerintah setempat untuk memastikan bahwa sampah dapat terangkut secara optimal. Koordinasi ini juga penting dalam hal pendidikan dan sosialisasi.

  • Edukasi Masyarakat:

    Edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan cara membuang sampah yang benar perlu dilakukan secara berkala. Dengan peningkatan kesadaran, masyarakat akan lebih patuh dalam menjaga lingkungan.

  • Peningkatan Penegakan Hukum:

    Pemerintah setempat perlu memperketat penegakan hukum terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan. Sanksi yang tegas dapat menjadi deterrent bagi masyarakat yang tidak bertanggung jawab.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kondisi lingkungan di sekitar TPS akan menjadi lebih bersih dan nyaman bagi warga. Selain itu, masalah sampah yang menumpuk dapat diminimalkan, sehingga kehidupan masyarakat di wilayah tersebut menjadi lebih sehat dan harmonis.