Kesalahan Viral dalam Siaran Langsung KTT ASEAN ke-47

Pada acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, terjadi kesalahan yang cukup mengejutkan. Dalam siaran langsung acara tersebut, sebuah lembaga penyiaran publik Malaysia, Radio Televisyen Malaysia (RTM), mengalami kesalahan besar saat menyebut nama Presiden Republik Indonesia.

Kesalahan yang Menghebohkan

Dalam sesi penyambutan para pemimpin negara ASEAN di Pusat Konvensyen Kuala Lumpur (KLCC), RTM salah menyebut Presiden Indonesia Prabowo Subianto sebagai Joko Widodo. Kesalahan ini terjadi saat mobil yang membawa Presiden Prabowo tiba, dan komentator RTM secara keliru mengumumkan: “Yang terhormat Presiden Indonesia Joko Widodo.”

Kejadian ini menjadi perhatian luas karena Joko Widodo telah selesai masa jabatannya sebagai Presiden RI pada Oktober 2024 lalu. Sementara itu, Prabowo Subianto, presiden ke-8 Indonesia, baru saja menjalani satu tahun masa jabatannya pada 20 Oktober 2025.

Respons RTM

Setelah insiden ini viral di media sosial, RTM segera merespons dengan mengeluarkan pernyataan resmi melalui media sosial mereka. Dalam pernyataan tersebut, RTM menyatakan bahwa mereka menanggapi serius masalah ini dan telah mengambil tindakan yang sesuai.

“Berdasarkan investigasi internal, terdapat kesalahan dari komentator siaran yang menyebut Presiden Indonesia sebagai Joko Widodo, padahal Presiden Indonesia saat ini adalah Prabowo Subianto,” ujar pihak RTM.

RTM juga menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden dan Pemerintah Indonesia, serta seluruh pihak yang terdampak atas kesalahan ini. Mereka berjanji untuk memperketat kontrol editorial dan verifikasi fakta dari siarannya.

Evaluasi dan Tindakan Lanjutan

Insiden ini menjadi bahan evaluasi bagi RTM. Mereka menyatakan akan terus meningkatkan kawalan editorial dan semakan fakta untuk memastikan setiap informasi yang disampaikan akurat dan berintegritas.

Pernyataan lengkap RTM terkait insiden tersebut berbunyi:

“KUALA LUMPUR, 26 Oktober 2025 – Jabatan Penyiaran Malaysia memohon maaf atas kesilapan yang berlaku dalam siaran langsung RTM sempena Sidang Kemuncak ASEAN Ke-47 dan sidang-sidang berkaitan di Pusat Konvensyen Kuala Lumpur (KLCC). Berdasarkan siasatan dalaman, terdapat kesilapan oleh pengulas siaran yang telah menyebut nama Presiden Republik Indonesia sebagai Joko Widodo, sedangkan Presiden Republik Indonesia yang terkini ialah Prabowo Subianto. Pihak RTM memandang serius perkara ini dan tindakan sewajarnya telah diambil. RTM dengan ini memohon maaf kepada Presiden dan Kerajaan Republik Indonesia, serta semua pihak yang terkesan akibat kesilapan ini. RTM juga akan terus meningkatkan kawalan editorial dan semakan fakta bagi memastikan setiap maklumat yang disampaikan adalah tepat serta berintegriti.”

Kronologi Kejadian

Momen viral ini terjadi saat sesi penyambutan para kepala negara ASEAN di KLCC. Saat giliran Indonesia tiba, komentator RTM secara keliru menyebutkan nama Joko Widodo. Hal ini menjadi sorotan mengingat Joko Widodo sudah tidak lagi menjabat sebagai Presiden RI.

Prabowo Subianto, yang tampak tenang, turun dari mobil, berjabat tangan dengan Anwar Ibrahim, dan sempat mengobrol ringan sebelum memasuki gedung konvensi. Meskipun momen tersebut berlangsung singkat, ia segera menjadi viral di platform media sosial seperti X (Twitter) dan TikTok.

Netizen Indonesia dan Malaysia mulai bercanda menyebutnya sebagai “efek Jokowi yang masih melekat” atau “transisi kepresidenan yang terlalu cepat untuk diingat.”