Ribuan warga dari berbagai negara turun ke jalan mengekspresikan protes keras terhadap tindakan Israel yang mencegat armada kapal Global Sumud yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di Gaza. Aksi ini memicu gelombang demonstrasi di berbagai benua, menuntut agar Israel dihukum dan blokade terhadap Gaza segera dihentikan.

Demonstrasi besar-besaran berlangsung di sejumlah kota utama di Eropa, Amerika, dan Australia. Masyarakat internasional menyuarakan solidaritas dan menolak keras perlakuan Israel terhadap kapal Global Sumud yang berangkat dari Barcelona beberapa bulan lalu.

Demo Besar di Barcelona dengan Suara Keras Tolak Israel

Di Barcelona, Spanyol, sekitar 15.000 orang mengambil bagian dalam aksi unjuk rasa yang diadakan untuk mengecam kebijakan Israel. Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan seperti “Gaza, kamu tidak sendirian,” “Boikot Israel,” dan “Kebebasan untuk Palestina.”

Pihak kepolisian anti huru-hara terpaksa membubarkan sebagian massa yang mencoba memanjat penghalang menggunakan pentungan. Kejadian ini terekam dan disiarkan oleh televisi publik Spanyol.

Mantan Wali Kota Barcelona, Ada Colau, menjadi salah satu tokoh yang dicegah Israel untuk melanjutkan perjalanan dalam armada bantuan tersebut. Colau bersama aktivis lainnya, termasuk cucu Nelson Mandela, Mandla Mandela, menghadapi ancaman deportasi dari Israel.

Solidaritas di Dublin, Irlandia

Ratusan warga juga menggelar unjuk rasa di luar gedung parlemen Irlandia, Dublin. Dukungan terhadap perjuangan Palestina kerap disamakan dengan sejarah panjang Irlandia melawan penjajahan Inggris.

Miriam McNally, yang putrinya ikut dalam armada kapal bantuan, hadir dalam demonstrasi tersebut. Ia menyatakan kekhawatiran sekaligus kebanggaannya atas keberanian putrinya yang membela kemanusiaan di tengah risiko besar.

Protes di Paris dan Marseille, Prancis

Di Prancis, sekitar 1.000 orang berkumpul di Place de la Republique, Paris, untuk menyuarakan tuntutan mereka. Sementara itu, di pelabuhan Marseille, puluhan pengunjuk rasa pro-Palestina berusaha memblokir akses ke kantor produsen senjata Eurolinks yang dituduh memasok komponen militer ke Israel.

Aksi di Marseille berujung pada penangkapan 100 demonstran pada sore hari.

Gelombang Protes Meluas ke Berbagai Negara

Protes juga terjadi di Berlin, Den Haag, Tunis, Brasilia, dan Buenos Aires, menandakan dukungan global yang meluas terhadap Palestina dan penolakan terhadap kebijakan Israel.