Presiden Rusia Vladimir Putin menanggapi tuduhan negara-negara NATO, khususnya di Eropa, yang menyebut Moskow mengerahkan drone untuk menyerbu wilayah udara mereka dengan nada olok-olok. Dalam sebuah forum kebijakan luar negeri, Putin menyatakan bahwa tuduhan itu justru menjadi pemicu ketegangan di kawasan.
Dalam pertemuan Klub Diskusi Internasional Valdai yang berlangsung di Sochi, Kamis (2/10), Putin bercanda bahwa Rusia tidak akan mengirim drone ke negara-negara Eropa seperti Prancis, Denmark, Kopenhagen, maupun Lisbon. “Saya tidak akan melakukannya lagi,” ujarnya dengan nada sarkastik.
Putin Sebut Tuduhan Drone sebagai Alat Peningkat Anggaran Pertahanan
Putin lebih jauh menyebut tuduhan bahwa drone Rusia muncul di wilayah udara Denmark sebagai bagian dari strategi NATO untuk memicu ketegangan demi meningkatkan anggaran pertahanan. Ia menilai klaim tersebut sebagai “histeria” yang dikobarkan para pemimpin Eropa.
“Para elit penguasa Eropa terus mengobarkan histeria, mengulang-ulang omong kosong bahwa perang dengan Rusia sudah di ambang pintu,” kata Putin. Ia menambahkan, jika para pemimpin Eropa benar-benar mempercayai tuduhan itu berarti mereka tidak kompeten, atau sebaliknya tidak jujur.
Respons Eropa terhadap Insiden Drone Meningkat
Dalam beberapa bulan terakhir, setidaknya sepuluh negara Eropa, termasuk Polandia, Prancis, dan Jerman, melaporkan adanya drone Rusia yang memasuki wilayah udara mereka. Insiden ini mendorong Uni Eropa untuk meluncurkan inisiatif drone wall guna memperkuat pertahanan di wilayah timur blok tersebut.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk bahkan menyatakan situasi ini sebagai “perang” dan menyerukan NATO untuk meninggalkan “ilusi” dan menghadapi “perang jenis baru”. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan tingkat tinggi di Kopenhagen yang membahas penguatan pertahanan Eropa di tengah gelombang dugaan sabotase dan aktivitas drone.

Tinggalkan Balasan