Presiden Prabowo Subianto Berangkat ke Moskow untuk Pertemuan dengan Presiden Rusia
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, berangkat menuju Moskow, Federasi Rusia, pada hari Minggu (12/4/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama strategis di tengah dinamika global yang terus berkembang. Dalam perjalanan tersebut, Presiden akan melakukan pertemuan langsung dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Perjalanan Menuju Moskow
Perjalanan menuju Moskow ditempuh selama sekitar 12 jam penerbangan non-stop menggunakan maskapai nasional Garuda Indonesia. Presiden dijadwalkan tiba di Moskow pada pagi hari waktu setempat. Dalam perjalanan tersebut, Presiden akan langsung melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Putin di siang harinya.

Fokus pada Stabilitas Pasokan Energi Nasional
Menurut informasi yang diberikan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, pertemuan antara kedua pemimpin memiliki makna penting di tengah perubahan lanskap global yang dinamis. Di tengah situasi yang terus berubah, pertemuan ini menjadi sangat krusial.
Dalam agenda pertemuan tersebut, kedua pemimpin akan membahas isu-isu strategis, termasuk penguatan ketahanan energi nasional melalui kelanjutan kerja sama dengan pemerintah Rusia. Salah satu fokus utama adalah memastikan pasokan energi nasional yang stabil, termasuk ketersediaan minyak.

Diskusi tentang Perkembangan Geopolitik Dunia
Selain itu, kedua kepala negara juga akan bertukar pandangan mengenai perkembangan geopolitik dunia. Mereka akan menyuarakan posisi strategis Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.
Sebelumnya, Presiden bersama rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 23.10 WIB. Keberangkatan Presiden dilepas langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Badan Intelijen Negara Muhammad Herindra.
Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam kunjungan ini antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Rombongan ini akan menjalani berbagai agenda kerja sama yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Rusia.

Tinggalkan Balasan