PURWOREJO, Cariberita.id
PGRI Kabupaten Purworejo menilai bahwa penerapan sistem lima hari sekolah lebih manusiawi dan memberikan dampak positif terhadap tumbuh kembang siswa serta kesejahteraan guru. Hal ini disampaikan sebagai tanggapan terhadap wacana yang diusulkan oleh Pemprov Jateng untuk menerapkan enam hari sekolah bagi jenjang SMA/SMK.
Ketua PGRI Purworejo, Irianto Gunawan menyatakan bahwa salah satu manfaat utama dari sistem lima hari sekolah adalah memberi waktu lebih banyak kepada siswa untuk berkumpul dengan keluarga. Sementara itu, guru juga bisa menikmati hak libur yang lebih proporsional.
Irianto menekankan bahwa sekolah tidak seharusnya menjadi satu-satunya pusat pendidikan dan pengasuhan. Peran keluarga dan lingkungan tetap penting dalam membentuk karakter siswa. Dengan sistem lima hari sekolah, anak-anak memiliki kesempatan lebih besar untuk berada di sisi orang tua, mengenal lingkungan sekitar, serta belajar bersosialisasi di masyarakat.
Menurutnya, beberapa orang tua cenderung menyerahkan sepenuhnya pengawasan anak kepada guru karena kesibukan pekerjaan. Padahal, pendidikan karakter harus kuat di lingkungan keluarga. Jika anak terus-menerus berada di sekolah selama enam hari, maka beban pengawasan akan sepenuhnya jatuh pada guru. Padahal, orang tua juga memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik anak.
Irianto menambahkan bahwa akhir pekan memberi ruang bagi siswa untuk melakukan aktivitas positif seperti membantu orang tua, mengikuti kegiatan keagamaan, atau berinteraksi sosial dengan masyarakat. Anak-anak juga perlu memahami kehidupan sosial di sekitarnya, mengetahui pekerjaan orang tua, serta belajar bertanggung jawab di rumah. Semua hal tersebut merupakan bagian dari proses pendidikan.
Selain manfaat bagi siswa, Irianto juga menilai bahwa penerapan lima hari sekolah memberi kesempatan bagi guru untuk menjaga keseimbangan hidup antara pekerjaan dan keluarga. Jika sistem enam hari sekolah diterapkan, maka jatah libur guru akan sangat terbatas. Bahkan, saat siswa sedang libur semester, guru tetap harus masuk sekolah.
PGRI Purworejo berharap pemerintah daerah mempertimbangkan aspek psikologis, sosial, serta keharmonisan keluarga dalam mengkaji kebijakan lima atau enam hari sekolah. Tidak hanya fokus pada aspek akademik semata. Keseimbangan antara sekolah, keluarga, dan kehidupan sosial sangat penting bagi perkembangan anak maupun kesejahteraan guru.

Tinggalkan Balasan