Peringatan Santo dan Santa Pelindung Minggu 28 Desember 2025

Minggu 28 Desember 2025, Gereja merayakan Pesta Para Kanak-Kanak Suci Betlehem, Martir. Perayaan ini mengingatkan kita akan kisah para bayi yang menjadi korban kebencian Herodes Agung, seorang raja yang takut akan ancaman dari kelahiran Yesus. Kelahiran Yesus, yang konon akan menjadi “Raja Israel”, menyebabkan kegoncangan besar di Yerusalem.

Herodes Agung, yang dikenal sebagai penguasa yang ambisius, merasa terancam oleh kelahiran Sang Juru Selamat. Ia memerintahkan pembunuhan semua bayi laki-laki di Betlehem. Tindakan ini dilakukan tanpa memandang usia atau kebersihan hati. Namun, keluarga Yesus telah melarikan diri ke Mesir sebelum tindakan tersebut dilaksanakan.

Kisah ini mengajarkan kita tentang kekuatan iman dan kesetiaan. Meskipun tindakan Herodes sangat sadis, ia tidak berhasil mencapai tujuannya. Kehidupan Yesus tetap berjalan sesuai rencana Tuhan. Dalam peristiwa ini, kita juga belajar bahwa kejahatan dan kebencian tidak akan pernah menang atas cinta kasih dan kebenaran.

Pesta hari ini tidak hanya menghormati para kanak-kanak sebagai martir, tetapi juga menekankan nilai-nilai kesucian dan kemurnian hati. Gereja mengajak umat Katolik untuk terus berjuang mewujudkan kesucian hidup sebagai saksi-saksi Kristus, bahkan jika harus mengorbankan nyawa dan darah karena cinta kepada Allah dan sesama.

Kisah Santa Fabiola, Janda

Santa Fabiola lahir di Roma pada pertengahan abad ke-4 dari sebuah keluarga ningrat. Awal kehidupannya tidak terpuji. Ia menikah dengan seorang pemuda yang hidupnya bejat. Setelah bercerai, ia menikah lagi dengan lelaki lain. Tindakan ini dianggap tidak terpuji bagi seorang Kristen, karena bertentangan dengan ajaran Gereja.

Namun, Tuhan tidak meninggalkan Fabiola. Dua suaminya meninggal dalam waktu singkat, dan Fabiola menyesali sikap hidupnya. Ia bertobat dan mulai menjalani kehidupan yang lebih baik. Ia melakukan silih di hadapan seluruh umat dan akhirnya diterima kembali sebagai anggota Gereja.

Corak hidupnya yang baru ditandai dengan pengabdian tulus dalam karya-karya cinta kasih. Harta bendanya digunakan untuk kepentingan Gereja Roma. Ia mendirikan rumah sakit khusus untuk membantu orang-orang miskin, termasuk gelandangan dan tahanan penjara. Rumah sakit ini menjadi salah satu rumah sakit umum pertama dalam sejarah Barat.

Pada tahun 395, Fabiola berziarah ke Yerusalem dan mengunjungi Santo Hieronimus, Santa Paula, dan Santa Eustakium. Di sana, ia mendukung Hieronimus dalam usaha menerjemahkan Kitab Suci. Meski sempat pindah dari biara tersebut karena kondisi yang tidak menyenangkan, Fabiola tetap setia dalam karyanya.

Di Roma, ia bersama Santo Pammachius mendirikan rumah sakit besar di Porto untuk peziarah yang miskin dan sakit. Rumah sakit ini terkenal hingga Parthia dan Britania. Fabiola wafat pada tahun 399 dan dikenang sebagai sosok yang dicintai dan dihormati.

Catatan Penting

Perayaan hari ini mengajarkan kita pentingnya kesucian, keberanian, dan pengorbanan. Dengan meneladani para martir dan tokoh seperti Santa Fabiola, kita dapat memperkuat iman dan semangat untuk hidup dalam kebenaran dan cinta kasih.