Pertumbuhan Nilai Manfaat Program Pensiun Sukarela

Nilai manfaat program pensiun sukarela di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini tidak lepas dari semakin banyaknya peserta aktif yang memasuki usia pensiun. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai tersebut tumbuh sebesar 7,96% year-on-year (YoY) menjadi Rp35,34 triliun pada Oktober 2025. Selain itu, nilai iuran program pensiun sukarela mencapai Rp31,46 triliun.

Menurut Humas Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), Syarifudin Yunus, pertumbuhan nilai manfaat ini terjadi karena peserta aktif mulai memasuki usia pensiun dan harus menerima manfaat pensiun. Ia menjelaskan bahwa lamanya masa kepesertaan juga berpengaruh terhadap besaran manfaat yang diberikan. Semakin lama seseorang menjadi peserta, maka semakin besar pula manfaat pensiun yang akan diterimanya.

Pertumbuhan Aset Dana Pensiun

Selain nilai manfaat, OJK juga mencatat pertumbuhan nilai aset dana pensiun per Oktober 2025 mencapai Rp400,44 triliun atau meningkat sebesar 5,52% YoY. Syarifudin menyebutkan beberapa faktor yang menyebabkan pertumbuhan ini, antara lain:

  • Peserta yang sudah ada tetap disiplin dalam membayar iuran bulanan.
  • Penambahan jumlah peserta baru.
  • Pengelolaan investasi yang optimal.
  • Tata kelola yang baik.
  • Kepatuhan terhadap regulasi.

Ia menyarankan agar perusahaan dana pensiun memiliki strategi yang terintegrasi, termasuk komitmen jangka panjang, untuk memastikan pertumbuhan nilai aset tetap terjaga. Strategi ini bisa mencakup stabilitas iuran dan kepesertaan baru, serta digitalisasi untuk memudahkan akses dana pensiun dan pengelolaan risiko secara efektif.

Tantangan dan Prediksi Masa Depan

Meskipun demikian, Syarifudin mengatakan bahwa kepesertaan baru dan kinerja investasi yang optimal sering kali menjadi tantangan bagi industri dana pensiun. Salah satu PR utama adalah menjaring angkatan kerja yang belum memiliki perencanaan hari tua pekerja.

Namun, ADPI tetap memprediksi bahwa pertumbuhan aset dana pensiun di akhir 2025 akan tetap positif dengan kisaran pertumbuhan antara 8% hingga 10%. Dalam prospek 1–3 tahun ke depan, pertumbuhan masih diharapkan positif selama beberapa kondisi terpenuhi, seperti:

  • Penetrasi peserta dana pensiun yang semakin luas.
  • Edukasi yang dilakukan secara masif.
  • Digitalisasi yang berjalan efektif.
  • Keterlibatan pekerja informal dan individu mudah menjadi peserta.
  • Pembayaran iuran yang disiplin.
  • Kinerja investasi yang baik dan stabil.

Proyeksi dari Dapen BCA

Direktur Utama Dana Pensiun Pemberi Kerja Penyelenggara Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) Bank Central Asia atau Dapen BCA, Budi Sutrisno, juga memproyeksikan bahwa nilai aset dana pensiun pada akhir 2025 akan tetap stabil, meski dengan kecenderungan meningkat secara terbatas. Hal ini sejalan dengan harapan perbaikan kinerja pasar modal Indonesia.

Dalam 1–3 tahun ke depan, aset dana pensiun diperkirakan tetap terjaga pada level yang relatif stabil. Ini mempertimbangkan proyeksi pembayaran manfaat yang terus meningkat, sementara pendapatan iuran masih relatif stabil. Meskipun terdapat selisih antara iuran dan manfaat, kebutuhan dana tersebut diharapkan dapat dipenuhi melalui hasil pengembangan investasi yang dikelola secara optimal dan prudent.