Update Terbaru Tentang Korban Bencana di Kabupaten Agam
Korban jiwa akibat bencana alam yang terjadi di Kabupaten Agam terus bertambah. Hingga Senin (1/12/2025), tercatat sebanyak 130 orang meninggal dunia dan 71 orang masih dinyatakan hilang. Data ini dihimpun hingga pukul 20:00 WIB pada malam hari.
Sementara itu, jumlah korban yang masih dalam perawatan rumah sakit mencapai 45 orang. Dari jumlah tersebut, 44 orang dirawat di RSUD Lubuk Basung dan satu orang dirujuk ke RSUP M Djamil Padang. Pihak dinas komunikasi dan informasi (Kominfo) Kabupaten Agam terus memperbarui data terkini mengenai kondisi korban bencana alam tersebut.
Kadis Kominfo Agam, Roza Syafdefianti, menyampaikan bahwa data korban meninggal dunia terus berubah seiring dengan proses pencarian dan identifikasi. “Kini sudah mencapai 130 orang meninggal dunia, terdata pada Senin (1/12/2025) hingga pukul 20.00 WIB,” ujarnya pada Selasa (2/12/2025).
Selain itu, ia menjelaskan bahwa jumlah korban yang belum ditemukan terus menyusut. “Data terakhir menunjukkan, terdapat 71 orang lagi yang masih hilang,” jelasnya.
Korban Mengungsi dan Upaya Penanganan
Berdasarkan laporan terbaru, jumlah korban bencana alam yang mengungsi mencapai sekitar 6.300 jiwa. Hal ini menunjukkan dampak besar dari bencana yang terjadi di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Agam terus berupaya memberikan layanan khusus bagi warga terdampak. Salah satu fokus utama adalah penyediaan layanan trauma healing dan psikososial. “Kami sudah menyediakan tenaga pendamping psikososial, melakukan kegiatan trauma healing untuk anak dan menyediakan ruang ramah anak,” kata Roza.
Selain itu, Pemkab Agam juga memberikan dukungan melalui berbagai program. “Selain itu, Pemkab Agam juga menyajikan alat permainan edukatif dan konseling untuk keluarga terdampak,” tambahnya.
Langkah-Langkah Penanganan Bencana
Beberapa langkah telah diambil oleh pemerintah setempat untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana. Berikut beberapa upaya yang dilakukan:
- Penyediaan layanan psikologis: Tenaga pendamping psikososial diberdayakan untuk membantu warga menghadapi trauma akibat bencana.
- Kegiatan trauma healing: Kegiatan ini ditujukan khusus untuk anak-anak agar bisa pulih secara emosional.
- Ruang ramah anak: Fasilitas ini disediakan sebagai tempat aman dan nyaman bagi anak-anak yang terdampak bencana.
- Alat permainan edukatif: Alat permainan digunakan untuk membantu anak-anak belajar sambil bermain.
- Konseling keluarga: Program konseling disediakan untuk membantu keluarga yang terdampak dalam menghadapi situasi sulit.
Dengan adanya berbagai upaya penanganan tersebut, diharapkan masyarakat dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasanya. Pemerintah terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan bantuan lebih lanjut jika diperlukan.

Tinggalkan Balasan