Update Harga Komoditi di Borong, Kabupaten Manggarai Timur

Pada hari Selasa, 9 Desember 2025, terjadi perubahan signifikan dalam harga komoditi yang berada di wilayah Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Informasi ini didapatkan dari sumber lokal dan menunjukkan kenaikan pada beberapa jenis komoditi utama.

Salah satu komoditi yang mengalami peningkatan adalah kemiri. Sebelumnya, harga kemiri mencapai Rp 26.000/kg pada akhir bulan November 2025 lalu. Kini, harga tersebut naik menjadi Rp 35.000/kg. Hal ini memberikan harapan baru bagi para petani setempat, terutama karena kenaikan harga ini cukup signifikan.

Sementara itu, komoditi lainnya masih berada dalam kondisi normal. Namun, terdapat sedikit penurunan harga untuk kopi robusta. Dari harga sebelumnya sebesar Rp 67.000/kg, kini turun menjadi Rp 63.000/kg. Meskipun demikian, harga kopi arabika tetap stabil di angka Rp 90.000/kg.

Berikut daftar lengkap harga komoditi yang tersedia di wilayah tersebut:

  • Coklat kering: Rp 60.000/kg
  • Kemiri: Rp 35.000/kg
  • Kemiri kulit bulat: Rp 7.500/kg
  • Cengkeh: Rp 107.000/kg
  • Tangkai cengkeh: Rp 10.000/kg
  • Kopi robusta: Rp 63.000/kg
  • Kopi arabika: Rp 90.000/kg
  • Kopra: Rp 16.000/kg
  • Asam biji: Rp 9.500/kg
  • Pinang belah 2 kering: Rp 9.000/kg
  • Merica: Rp 100.000/kg
  • Pala kering: Rp 35.000/kg
  • Pala kupas: Rp 60.000/kg
  • Bunga pala: Rp 200.000/kg
  • Mente baru: Rp 15.000/kg

Harga komoditi ini dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung pada permintaan pasar dan kondisi iklim. Oleh karena itu, para petani diminta untuk tetap menjaga kualitas hasil panen agar harga tetap stabil.

Anton Galus, salah satu petani kemiri asal Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, menyampaikan rasa senangnya atas kenaikan harga kemiri. Ia mengatakan bahwa beberapa minggu lalu, ia menjual kemiri dengan harga Rp 27.000/kg, namun kini harganya meningkat menjadi Rp 35.000/kg. Menurut Anton, kenaikan harga ini sangat membantu kehidupan ekonomi para petani.

Ia juga berharap agar harga kemiri dan komoditi lainnya tetap stabil. Dengan harga yang stabil, para petani akan mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih baik. Anton berharap kondisi ini dapat berlangsung lama sehingga masyarakat di wilayah Borong dapat merasakan dampak positifnya.