Semoga tahun depan aku bisa ikut lagi, dan siapa tahu suatu saat, bukan cuma jadi peserta, tapi bisa berbagi pengalaman di panggung juga.

SABTU, 29 November 2025, adalah hari yang spesial bagiku. Ada acara festival untuk para Kompasianer yang diselenggarakan oleh Cariberita.id, dengan nama Kompasianival. Lokasinya berada di Jakarta Selatan, tepatnya di Blok M Space.

Aku yang tinggal kos di Cilegon dijemput oleh ayahku, lantaran kebetulan beliau juga ingin ikut ke acara tersebut. Kami berangkat sekitar pukul 09.00 WIB. Jujur, saat mendengar kata “Jakarta”, rasanya aku seperti tidak pernah punya pengalaman pergi ke sana. Bisa dibilang ini pertama kalinya aku pergi ke Jakarta, atau mungkin dulu waktu kecil pernah, tapi aku tidak ingat tempatnya sama sekali. Ini adalah momen yang membuatku bersemangat sekaligus sedikit cemas.

Perjalanan menuju Jakarta terasa sangat lama. Kami harus menghadapi macet yang tak terhindarkan, panasnya udara, dan cahaya matahari yang terlalu terang sampai membuat mataku sedikit sakit. Meskipun perjalanan ini terasa berat dan melelahkan, tantangan ini justru menjadi bagian dari petualangan. Di tengah kemacetan, aku bisa melihat berbagai pemandangan baru, mulai dari hiruk pikuk jalanan hingga arsitektur Kota Jakarta yang berbeda dari Kota Cilegon.

Sepanjang perjalanan aku merasa mengantuk banget, mungkin karena kombinasi bosan menunggu dan kondisi jalanan yang macet berat. Namun, rasa kantuk itu segera hilang saat aku dan ayahku mulai membicarakan tentang harapan dan apa saja yang ingin kami lihat di Kompasianival. Perbincangan itu membuat waktu terasa berjalan lebih cepat.

Akhirnya, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam, aku dan ayah tiba di lokasi sekitar pukul 12.10 WIB. Perjalanan yang melelahkan, apalagi naik mobil saat macet itu benar-benar terasa di badan. Rasa lelah itu terbayar lunas ketika kami melihat keramaian dan atmosfer meriah di sekitar Blok M Space, menunjukkan betapa penting dan besar acara Kompasianival ini.

Atmosfer Festival dan Seni Pembuka

Sampai di sana, aku dan ayah sempat berkeliling dulu area Blok M Space. Kami melihat banyak pedagang kaki lima dan pedagang kuliner berjejer seperti di sebuah kompleks yang ramai. Suasana yang hidup dan penuh energi ini langsung menyambut kami. Kami sempat mencari lokasi festivalnya, karena ini kali pertama kami ikut Festival Cariberita.id, dan ternyata festivalnya berada di dalam ruangan acara.

Aku sempat berfoto-foto dulu di depan poster berisi wajah para pemateri keren yang akan mengisi acara. Melihat deretan nama dan wajah mereka membuatku semakin antusias untuk segera masuk.

Sebelum masuk ke ruang acara utama, aku dan ayah menyempatkan diri makan bakso di pinggir jalan dan minum es Nutrisari. Pengalaman makan bakso sederhana di pinggir jalan Jakarta ini menjadi kenangan manis yang tak terduga, mengisi energi kami sebelum larut dalam acara. Setelah perut terisi, barulah kami masuk ke ruang acara.

Awal acara dibuka dengan alunan musik dari sebuah biola. Musik pembuka ini sungguh indah. Petikan gitarnya lembut, ayunan tongkat biola sangat presisi, dan irama yang menenangkan itu berhasil membuat hati tenang, meskipun sedang banyak tugas kuliah menanti di rumah.

Setelah musik pembuka, ada sambutan dari beberapa sesepuh Cariberita.id, juga dari perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital.

Mengatasi Kebosanan dan Menemukan The Real Hook

Di tengah sambutan, terutama begitu bagian sambutan kementerian, aku mulai bosan mendengar penjelasannya. Seiring acara berlangsung, jujur awal-awalnya terasa biasa saja, bahkan sempat membuatku mengantuk. Namun, rasa bosan itu wajar, mengingat padatnya rangkaian acara formal yang memang perlu disampaikan, dan aku berusaha fokus karena tahu pasti akan ada hal menarik yang segera datang.

Benar saja, ada satu hal yang benar-benar menarik perhatianku: hadirnya pemateri seorang konten kreator bernama Gemaaw. Kebetulan aku sering banget menonton video-video beliau. Kontennya relate, lucu, seru, dan menghibur. Makanya aku langsung fokus saat beliau naik panggung, seketika rasa kantuk dan bosan hilang.

Kunci Konten Kreator dari Gemaaw

Yang membuatku kagum, cara Kak Gema menjelaskan tentang dunia konten kreator itu enak banget didengar. Beliau bilang bahwa dalam membuat konten, “isinya dan bungkusnya” itu sangat penting. Isi berarti apa yang ingin kita sampaikan, sedangkan bungkus adalah cara penyampaian kontennya, baik dari segi visual, editing, maupun gimmick yang dipakai.

Beliau juga berpesan kurang lebih begini: “Konten itu harus jujur sesuai apa yang kita mau dan pikirkan.” Maksudnya, jangan cuma karena ingin FYP, kita ikut-ikutan konten tren yang sedang viral. Kita kadang terlalu FOMO sampai membuat konten hanya demi algoritma, bukan lantaran kita suka atau sesuai dengan karakter kita. Penonton lama-lama juga akan bosan kalau kita hanya meniru tren terus tanpa memiliki karakter diri yang kuat. Kak Gema menyebutkan ada tiga kunci membuat konten yang berkarakter:

  • Pertama, Paham: Tahu betul konten apa yang kita buat. Ini berarti kita harus benar-benar menguasai topik yang kita angkat, sehingga informasi yang disampaikan akurat dan tidak menyesatkan. Pemahaman yang kuat adalah fondasi sebelum kita mulai berkarya.
  • Kedua, Suka: Bikin konten yang kita nikmati, bukan karena terpaksa. Kunci kedua ini penting karena passion atau rasa suka kita terhadap suatu topik akan membuat proses pembuatan konten terasa lebih ringan dan menyenangkan, serta semangat dan energi positif itu akan menular ke penonton.
  • Ketiga, Pantas: Konten bebas, tapi tetap pantas dengan diri kita. Walaupun kebebasan berekspresi sangat terbuka di dunia digital, konten yang kita buat haruslah mencerminkan integritas dan kepribadian kita. Artinya, konten itu harus etis, nyaman untuk diri kita, dan sesuai dengan citra yang ingin kita bangun.

Yang paling menempel di kepalaku adalah satu quote dari Kak Gema yang menurutku keren banget : “Jangan merasa belajar, tapi belajar merasa.”

Arti kutipan itu sangat mendalam. Ini bukan sekadar belajar untuk paham teori atau menguasai teknis editing , tapi belajarlah untuk peka, mengamati, merasakan, memahami sekitar, dan yang paling penting, jujur pada diri sendiri ketika berkarya.

Karena pada akhirnya, penonton bisa merasakan kejujuran dan karakter dalam konten yang kita sajikan, bukan hanya kepintaran teknisnya saja.

Setelah sesi Kak Gema, suasana jadi terasa jauh lebih seru dan bersemangat. Ditambah lagi ada penampilan drama merah putih yang membuat suasana meriah dan peserta tambah antusias.

Akhir yang Worth It dan Harapan Baru

Itu semua adalah pengalaman yang aku dapat dalam acara Kompasianival 2025 ini. Perjalanannya memang melelahkan dan penuh drama kemacetan , tapi pengalaman dan ilmu yang aku dapat benar-benar worth it dan sebanding dengan perjuangan di jalan . Aku senang pertama kalinya bisa pergi ke Jakarta dan sekaligus menghadiri acara komunitas sebesar ini. Ilmu yang didapat langsung dari ahlinya membuatku merasa lebih siap untuk memulai karir di dunia konten.

Semoga tahun depan aku bisa ikut lagi, dan siapa tahu suatu saat, bukan cuma jadi peserta, tapi bisa berbagi pengalaman di panggung juga.