Harapan ROTI terhadap Stimulus Pemerintah
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI), produsen Sari Roti, mengharapkan adanya dampak positif dari stimulus pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Hal ini diharapkan akan berdampak pada kinerja perseroan di sisa tahun 2025.
Hadi Susilo, Head of Investor and Public Relations ROTI, menjelaskan bahwa pada kuartal akhir 2025, perusahaan cukup optimis terhadap kinerja yang akan datang. Secara historis, terdapat peningkatan belanja pada kuartal ini, terutama selama momen Natal dan tahun baru yang bertepatan dengan libur panjang. Dengan demikian, ROTI memperkirakan akan ada pertumbuhan permintaan terhadap produk roti dan kue di kuartal ini.
Meskipun tidak menyebutkan target pendapatan secara spesifik, Hadi menekankan bahwa aksi pemerintah dalam memberikan Bantuan Sosial Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra juga diprediksi akan mendorong permintaan terhadap produk ROTI. Dalam bansos BLT Kesra terbaru, pemerintah menambah sebanyak 17 juta penerima baru, dengan total stimulus pada kuartal IV/2025 mencapai Rp46,2 triliun.
“Kami harapkan ini akan memutar roda ekonomi dan termasuk di sana adalah peningkatan permintaan produk roti dan kue. Dengan harapannya, melalui holiday spending, juga akan terus meningkat di kuartal IV/2025,” ujarnya dalam public expose, Jumat (28/11/2025).
Kinerja Finansial Sepanjang 2025
Selama periode Januari–September 2025, ROTI mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 7,80% year-on-year (YoY) menjadi Rp2,74 triliun. Dari beberapa segmen penjualan, hanya segmen kue dan lain-lain yang tumbuh masing-masing sebesar 6,35% dan 18,69% YoY.
Beban pokok penjualan yang meningkat juga turut memengaruhi kinerja ROTI. Akibatnya, setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, ROTI hanya mampu membukukan laba bersih senilai Rp136,69 miliar, turun 45,05% YoY.
Pertumbuhan Konsisten Setiap Kuartal
Meski kinerja selama sembilan bulan terakhir menunjukkan penurunan, Hadi mengatakan bahwa perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan setiap kuartalnya pada 2025.
Pada kuartal I/2025, ROTI mampu mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp860 miliar. Pada kuartal II/2025, angka tersebut meningkat menjadi Rp911 miliar. Baru pada kuartal III/2025, ROTI mampu mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp971 miliar.
“Memang kami pahami pasca-pandemi, kinerja penjualan menghadapi tantangan yang luar biasa yaitu pelemahan daya beli konsumen. Tapi momentumnya sudah kami perbaiki setiap kuartal,” katanya.
Strategi Pertumbuhan yang Stabil
Hadi menegaskan bahwa ROTI sedang berupaya keras untuk mencapai pertumbuhan yang stabil ke depan. Tingkat rata-rata pertumbuhan tahunan atau Compounded Annual Growth Rate (CAGR) yang ingin dipertahankan oleh perseroan adalah sebesar 14,2%.
Dengan strategi dan upaya yang dilakukan, ROTI berharap dapat memperkuat posisi di pasar dan tetap menjadi salah satu pemain utama dalam industri roti dan kue di Indonesia.

Tinggalkan Balasan