
PR GARUT –
Tasikmalaya tidak hanya dikenal dengan kuliner gurihnya, tetapi juga dengan berbagai camilan manis yang telah turun-temurun menjadi favorit masyarakat. Salah satu camilan unik yang memiliki tempat istimewa di hati warga lokal adalah kalua jeruk, yaitu manisan berbahan dasar kulit jeruk bali yang diolah dengan cara tradisional. Keunikan bahan dasarnya membuat kalua jeruk tampil berbeda dari manisan pada umumnya, serta menjadikannya sebagai oleh-oleh khas yang banyak dicari wisatawan.
Berbeda dari manisan buah lainnya, kalua jeruk memanfaatkan kulit jeruk bali—bagian yang biasanya tidak digunakan—sebagai bahan utama. Dengan kreativitas masyarakat Tasikmalaya, kulit jeruk yang semula dianggap limbah justru diolah menjadi camilan yang lezat, harum, dan memiliki tekstur empuk namun tetap kenyal. Proses pengolahannya yang panjang membuat kalua jeruk semakin bernilai dan terasa autentik.
Proses Pembuatan Kalua Jeruk
Proses pembuatan kalua jeruk dimulai dari memisahkan kulit jeruk bali dari daging buahnya. Bagian kulit inilah yang kemudian dicuci bersih untuk menghilangkan getah dan sisa kotoran. Namun, tahapan awal ini tidak berhenti sampai di situ. Kulit jeruk tersebut harus menjalani proses penting, yaitu perendaman dalam larutan kapur sirih selama semalaman. Perendaman ini berfungsi untuk membuat tekstur kulit jeruk menjadi lebih kenyal dan tidak mudah hancur ketika dimasak.
Setelah direndam, kulit jeruk kemudian dicuci kembali hingga bersih, barulah masuk ke proses inti, yaitu perebusan. Kulit jeruk direbus bersama campuran air gula pasir, pewarna makanan sesuai kebutuhan, dan perasa yang akan digunakan. Proses perebusan ini tidak hanya memberi rasa, tetapi juga membantu kulit jeruk menyerap manisnya gula sehingga menghasilkan tekstur manisan yang khas.
Penjemuran Dua Hari untuk Cita Rasa Lebih Maksimal
Usai direbus dengan gula dan perasa, kulit jeruk yang sudah berubah menjadi manisan belum langsung siap dikemas. Bahan ini harus melalui proses penjemuran selama setidaknya dua hari agar gula dapat mengering sempurna dan memberi tekstur kristal yang cantik di permukaan. Penjemuran ini juga memberikan keawetan alami pada kalua jeruk sehingga bisa bertahan lebih lama tanpa bahan pengawet tambahan.
Proses panjang inilah yang membuat kalua jeruk memiliki tekstur istimewa: lembut di dalam, sedikit kenyal, dan dilapisi manisnya gula yang mengkristal di luar. Tidak heran jika camilan ini menjadi primadona di berbagai pasar tradisional maupun toko oleh-oleh di Tasikmalaya.
Ragam Pilihan Rasa yang Menggugah Selera
Kalua jeruk tidak hanya tersedia dalam satu rasa. Produsen rumahan dan UMKM di Tasikmalaya biasanya menawarkan beragam pilihan rasa yang dapat menyesuaikan selera pembeli. Beberapa rasa yang paling populer di antaranya adalah:
- Durian – memberikan aroma kuat khas penggemar durian.
- Stroberi – menghadirkan rasa manis segar dengan warna menarik.
- Jeruk – memberikan sensasi citrus yang tetap alami.
- Melon, anggur, atau rasa buah lainnya – menambah variasi yang disukai anak-anak maupun dewasa.
Variasi rasa inilah yang membuat kalua jeruk semakin diminati, baik sebagai camilan sehari-hari maupun oleh-oleh khas Tasikmalaya yang unik.
Camilan Tradisional yang Terus Dipertahankan
Di tengah maraknya makanan modern, kalua jeruk tetap bertahan sebagai salah satu simbol kuliner tradisional Tasikmalaya. Selain rasanya yang khas, camilan ini menjadi bukti kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan bahan yang sering diabaikan menjadi produk bernilai tinggi. Kalua jeruk juga menjadi pilihan oleh-oleh yang praktis karena tahan lama dan mudah dibawa.
Dengan proses pembuatan yang panjang, cita rasa yang kaya, serta keunikan bahan baku, kalua jeruk layak disebut sebagai manisan tradisional yang tidak pernah lekang oleh waktu. Bagi para wisatawan, kalua jeruk adalah camilan wajib coba untuk merasakan kekayaan kuliner Tasikmalaya.

Tinggalkan Balasan