Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka Halaman 223
Buku pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka, yang ditulis oleh Henry Nugroho dan rekan-rekannya, diterbitkan oleh Kemdikbud Ristek pada tahun 2021. Di halaman 223, terdapat materi tentang ibadah haji dan berkurban. Haji adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan oleh umat Muslim yang mampu. Ibadah ini dilakukan dengan berkunjung ke Kota Makkah untuk melaksanakan rangkaian ritual tertentu pada bulan Zulhijjah.
Sementara itu, berkurban atau qurban merupakan bentuk kepatuhan kepada perintah Allah SWT. Dalam ibadah ini, umat Muslim menyembelih hewan ternak seperti kambing, sapi, atau unta pada hari raya Idul Adha dan hari tasyrik (11–13 Zulhijjah). Ibadah ini memiliki makna penting dalam menjaga solidaritas dan kepedulian sesama.
Pada latihan soal di halaman tersebut, siswa diminta untuk menjawab pertanyaan terkait aktivitas yang ada dalam buku. Sebelum melihat kunci jawaban, siswa diharapkan untuk mencoba menjawab secara mandiri. Kunci jawaban ini dapat digunakan sebagai panduan bagi orang tua dalam mengoreksi pekerjaan anak-anak mereka.
Kisah Penyejuk Hati: Pemuda Ahli Surga
Dalam buku tersebut, terdapat kisah yang sangat menarik yaitu kisah pemuda ahli surga. Suatu ketika, para sahabat duduk bersama Rasulullah saw. Lalu, beliau berkata, “Akan ada yang lewat di depan kalian, seorang ahli surga.” Tak lama kemudian, seorang pemuda Anshar melewati mereka.
Salah satu sahabat, Abdullah bin Amru, merasa penasaran dengan amalan pemuda tersebut. Ia meminta untuk menginap di rumah pemuda tersebut selama tiga hari. Namun, selama tiga hari itu, ia tidak menemukan amalan istimewa yang dilakukan pemuda tersebut.
Akhirnya, Abdullah bin Amru bertanya, “Apa amalanmu yang membuat Rasulullah mengatakan bahwa kamu ahli surga?” Pemuda tersebut menjawab, “Inilah amalan yang kau lihat sehari-hari, tetapi aku tidak pernah iri dan hasad terhadap orang lain.”
Mendengar jawaban itu, Abdullah bin Amru memahami maksud Rasulullah saw. Ia sadar bahwa amalan hati yang bersih dan tulus lebih berharga daripada amalan lahiriah yang besar.
Refleksi dan Pelajaran dari Kisah Ini
Kisah ini memberikan pelajaran mendalam tentang pentingnya menjaga hati dari penyakit iri dan hasad. Terkadang, kita cenderung mencari amalan-amalan besar dan istimewa, padahal amalan yang sederhana namun dilakukan dengan ikhlas dan kesabaran justru lebih utama.
Beberapa poin penting yang bisa dipetik dari kisah ini antara lain:
- Keikhlasan adalah kunci: Pemuda tersebut tidak melakukan amalan yang tampak luar biasa, tetapi ia memiliki hati yang bersih dan ikhlas.
- Menjaga hati dari iri dan hasad: Hati yang bersih dari iri dan hasad adalah amalan yang sangat dicintai Allah SWT.
- Kesederhanaan dalam beramal: Amalan yang sederhana namun dilakukan dengan istiqomah dan keikhlasan lebih utama daripada amalan yang besar namun tidak terus menerus.
- Penilaian Allah berbeda dengan manusia: Terkadang, amalan yang dianggap kecil oleh manusia, justru memiliki nilai yang besar di sisi Allah SWT.
Tindakan yang Akan Dilakukan Setelah Mencermati Kisah Ini
Setelah membaca dan mencermati kisah ini, saya akan berusaha untuk:
- Membersihkan hati dari iri dan hasad: Saya akan berusaha untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT dan tidak iri dengan nikmat yang diberikan kepada orang lain.
- Memperbaiki niat dalam beramal: Saya akan berusaha untuk selalu ikhlas dalam beramal dan tidak mengharapkan pujian dari orang lain.
- Membiasakan diri untuk berprasangka baik: Saya akan berusaha untuk selalu berprasangka baik kepada orang lain dan tidak mudah menuduh atau mencela.
- Lebih memperhatikan amalan hati: Selain memperhatikan amalan lahiriah, saya juga akan lebih memperhatikan amalan hati seperti kejujuran, kesabaran, dan keikhlasan.
- Selalu bersyukur: Mengingat bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah titipan dari Allah SWT.
Kesimpulan
Kisah ini adalah pengingat bahwa kebersihan hati adalah salah satu kunci utama yang menuntun menuju surga. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari kisah ini dan menjadi pribadi yang lebih baik. Amin.

Tinggalkan Balasan