Kebakaran Gudang Produksi Plastik di Jombang
Pada Senin (24/11/2025) sore, sebuah gudang produksi plastik di Mojongapit, Jombang, hangus terbakar. Kejadian ini menimbulkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp12 miliar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh isi gudang dan bangunan berukuran 50×50 meter dua lantai habis terbakar.
Api diduga bermula dari percikan aktivitas pengelasan di bagian depan gudang. Material plastik di dalam gudang memicu penyebaran api yang cepat. Saksi mata bernama Feri Krisdianto melihat munculnya percikan api sebelum akhirnya menyuruh dua pekerja yang berada di area tersebut untuk segera keluar. Ia kemudian menghubungi pihak pemilik serta petugas pemadam kebakaran.
Sekitar pukul 17.00 WIB, armada pemadam kebakaran bersama ambulans dan personel BPBD tiba di lokasi. Total ada 10 unit mobil pemadam dikerahkan untuk menaklukkan kobaran api yang terus membesar. Upaya pemadaman berlangsung hingga keesokan hari. Api baru benar-benar bisa dipadamkan pada Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 08.20 WIB, setelah seluruh titik api dipastikan tidak menyisakan bara.
“Selasa pagi semua sudah berhasil dipadamkan,” ujar Syamsul Bahri, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jombang. Menurutnya, karakteristik material yang ada di dalam bangunan membuat operasi pemadaman berlangsung sangat sulit. “Mayoritas bahan di dalam adalah plastik. Saat terbakar, plastik meleleh dan menimbulkan minyak sehingga api cepat menyebar.”
Kebakaran tersebut diperkirakan bermula dari aktivitas pengelasan. Hari Setiawan (58), penjaga gudang, mengungkapkan bahwa ia baru mengetahui peristiwa tersebut setelah dihubungi warga sekitar. Menurutnya, titik api pertama kali tampak di bagian depan ruang penyimpanan. “Saya dapat kabar dari warga. Api munculnya di bagian pojok depan ruang penyimpanan,” ucapnya dalam keterangan yang diterima Cariberita.id, pada Senin (24/11/2025).
Gudang tersebut diketahui tengah menjalani proses renovasi. Beberapa pekerja las berada di bagian luar bangunan sebelum kejadian, namun tidak ada aktivitas apa pun di area dalam gudang saat api mulai membesar. “Dalam kondisi kosong. Yang kerja las hanya di depan bangunan. Di dalam banyak kardus berisi plastik dan itu mudah terbakar. Gudang terakhir ditutup sekitar jam empat sore,” ujar Hari melanjutkan.
Hingga saat ini, petugas masih melakukan pendataan serta penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran dan total kerugian yang ditimbulkan. Peristiwa ini kini menyisakan banyak pertanyaan, terutama mengenai faktor penyebab kebakaran dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
Faktor-Faktor yang Memicu Kebakaran
- Material Plastik: Bahan utama di dalam gudang adalah plastik, yang mudah meleleh dan menimbulkan minyak saat terbakar.
- Aktivitas Pengelasan: Diduga menjadi sumber awal percikan api yang memicu kebakaran.
- Tumpukan Kardus: Banyaknya kardus berisi plastik di dalam gudang mempercepat penyebaran api.
- Proses Renovasi: Gudang sedang dalam proses renovasi, sehingga beberapa pekerja berada di area luar bangunan.
Upaya Pemadaman Api
- Tim Pemadam Kebakaran: 10 unit mobil pemadam dikerahkan untuk menangani kobaran api.
- Waktu Pemadaman: Proses pemadaman berlangsung hingga Selasa pagi, sekitar pukul 08.20 WIB.
- Kondisi Bangunan: Gudang berukuran besar dengan dua lantai, sehingga mempersulit upaya pemadaman.
Kesimpulan
Kebakaran gudang produksi plastik di Jombang menjadi peringatan penting tentang bahaya bahan-bahan yang mudah terbakar dan pentingnya kesadaran akan keamanan dalam aktivitas industri. Dengan adanya investigasi lebih lanjut, diharapkan dapat ditemukan solusi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Tinggalkan Balasan