Kisah Haru Bocah 10 Tahun yang Jadi Pemulung demi Adiknya

Di usianya yang masih muda, Haikal harus menghadapi kenyataan pahit yang tidak seharusnya dialami anak seusianya. Bocah berusia 10 tahun ini dikenal sebagai pemulung yang bekerja keras untuk membantu menghidupi adiknya yang masih berusia 7 tahun. Kehidupannya diisi dengan kerja keras dan kepedulian terhadap keluarga kecilnya.

Dalam sebuah unggahan di akun TikTok @bossszz12, cerita Haikal menarik perhatian banyak orang. Dijelaskan bahwa ia tidak pernah merasakan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Bahkan, orang tua mereka diduga meninggalkannya sejak masih balita. Akibatnya, Haikal dan adiknya kini tinggal bersama tante dan omnya.

Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, Haikal tetap menjalani kehidupan sehari-hari dengan tangguh. Setiap hari setelah pulang sekolah, ia ikut membantu tantenya mencari barang rongsokan hingga malam hari. Sang adik juga sering menyertai Haikal dalam pekerjaannya tersebut.

Hasil yang diperoleh tidak selalu besar, namun Haikal tetap berusaha agar bisa melanjutkan pendidikan sambil membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Ia hidup dalam kondisi serba pas-pasan, bahkan sering kali hanya cukup untuk makan sehari-hari.

Foto-foto yang dibagikan menunjukkan Haikal dan adiknya sedang berada di jalan sambil membawa karung berisi barang rongsokan. Mereka juga terlihat mengenakan seragam sekolah, menunjukkan bahwa meskipun dalam kesulitan, keduanya tetap berusaha menjalani kehidupan seperti anak-anak lainnya.

Unggahan tersebut langsung menyentuh hati banyak warganet. Banyak dari mereka merasa iba dan kagum pada semangat bocah itu. Mereka berharap agar Haikal dan adiknya mendapat perhatian dari pihak berwenang maupun para dermawan agar dapat melanjutkan pendidikan dengan lebih layak.

Beberapa komentar warganet menunjukkan perhatian yang mendalam. Salah satu pengguna mengungkapkan bahwa ia pernah melihat dua kakak beradik ini di kawasan Jelutung, Kota Jambi. “Bangkit nugrohoayo para pendiri pondok, kyai, gus, dsb, tolong asuh mereka,” tulis salah satu warganet.

“Mana nih.. pemerintah daerah.. KPAI ga ada suaranya..” ujar yang lain. “Semoga Ade Haikal nanti dewasa jadi orang sukses..amin hati aku langsung nyesek bgt ya allah,” kata Silv. “Yaa Allah heran sama orang tua nya masa gak ingat sama sekali sama anak nya apakah mereka gak punya hati,” ujar Cecep Suryadi.

Hingga berita ini ditayangkan, belum diketahui pasti di mana Haikal dan adiknya tinggal. Namun, cerita mereka telah menjadi inspirasi bagi banyak orang. Semoga kehidupan mereka bisa segera berubah menjadi lebih baik, dan keberadaan mereka mendapatkan perhatian yang layak.