Peristiwa Tragis di Nganjuk: Keluarga Tewas dan Satu Anggota Selamat

Sebuah peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Seorang ibu dan putrinya ditemukan tewas dalam kondisi yang sangat mengenaskan di rumah kos yang berada di Jalan Mongonsidi, Kelurahan Payaman. Korban yang bernama EN (41 tahun) dan EJE (22 tahun) ditemukan dengan luka tusuk serta luka bakar yang parah.

Saat kejadian tersebut, putri bungsu korban, EDM (19 tahun), juga berada di dalam kamar kos. Meskipun dalam kondisi kritis akibat beberapa luka tusuk, EDM masih hidup dan kemudian ditemukan oleh warga sekitar. Ia segera dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk untuk mendapatkan perawatan intensif dan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Nganjuk, AKBP Henri Noveri Santoso, menyampaikan bahwa setelah menerima informasi tentang kejadian tersebut, tim langsung melakukan penyelidikan. Dalam waktu singkat, pelaku berinisial DS (30 tahun), yang merupakan warga Desa Jogomerto, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, berhasil ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan.

“Alhamdulillah, dalam waktu singkat terduga pelaku sudah berhasil diamankan di rumahnya. Pemeriksaan masih berlangsung, dan kami memastikan seluruh proses berjalan secara profesional serta humanis,” ujar AKBP Henri Noveri Santoso.

Barang Bukti yang Disita

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca, menjelaskan bahwa saat menangkap DS di rumahnya, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau yang digunakan oleh pelaku untuk membunuh korban. Menurut informasi awal, motif dari tindakan pelaku diduga berkaitan dengan rasa sakit hati.

“Masih dalam penyelidikan. Tim masih mengumpulkan bukti tambahan, memeriksa saksi, dan memperjelas hubungan antara pelaku dan korban,” jelas AKP Sukaca.

Untuk mendapatkan keterangan lengkap, pihak kepolisian akan melakukan press release. Saat ini, kedua jenazah korban telah dipulangkan ke kampung halaman mereka di Desa Muneng, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri.

Putri bungsu korban, EDM, masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. Sementara itu, Polres Nganjuk juga telah memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP), yaitu kamar kos tempat tinggal para korban di Jalan Mongonsidi, Nganjuk.

Proses Penyelidikan Berlangsung

Tim penyidik sedang bekerja keras untuk mengungkap semua fakta terkait peristiwa ini. Mereka akan terus memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti yang relevan. Selain itu, hubungan antara pelaku dan korban juga menjadi fokus utama dalam penyelidikan.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai alasan pasti di balik tindakan pelaku. Namun, pihak kepolisian berkomitmen untuk memberikan keadilan kepada korban dan keluarganya.

Peristiwa ini menimbulkan duka yang mendalam bagi masyarakat setempat. Semoga keadilan dapat segera ditegakkan dan korban serta keluarganya diberi ketenangan.