Penguatan Peran Kader TPK dalam Pencegahan Stunting di Sorong

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Papua Barat Daya menggelar re-orientasi bagi Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Gedung Pertemuan Asrama Haji Kota Sorong, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas dan peran TPK, khususnya dalam menangani keluarga yang berisiko stunting.

Kepala Perwakilan BKKBN Papua Barat Philmona Maria Yarollo menjelaskan bahwa TPK merupakan garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mereka menjadi penghubung antara program Bangga Kencana dengan kondisi nyata di rumah tangga.

Menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 19,8 persen. Di Provinsi Papua Barat Daya angkanya mencapai 30,5 persen, sedangkan di Kota Sorong sebesar 25,2 persen. Meskipun terjadi penurunan dibanding tahun sebelumnya, upaya menekan stunting tetap dilanjutkan.

Philmona menekankan bahwa stunting bukan hanya sekadar masalah tinggi badan anak, tetapi juga cerminan kekurangan gizi kronis sejak masa kehamilan. Percepatan penurunan stunting diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, yang menekankan kerja konvergen dan terintegrasi antar sektor.

Salah satu pilar penting dalam upaya tersebut adalah imunisasi dasar lengkap. Philmona menambahkan bahwa imunisasi tidak hanya berfungsi sebagai pencegahan penyakit menular, tetapi juga investasi jangka panjang bagi tumbuh kembang anak.

Istilah Zero Dose merujuk pada anak-anak yang belum pernah divaksinasi dengan vaksin dasar apa pun, seperti BCG, Polio, Pentavalen, atau Campak. Anak-anak ini termasuk dalam kelompok paling rentan terhadap penyakit dan risiko kematian dini. Oleh karena itu, BKKBN ingin memperkuat kemampuan para fasilitator dan kader TPK melalui kegiatan re-orientasi ini.

Tujuan dari kegiatan ini adalah agar fasilitator dan kader mampu mendampingi masyarakat dengan pendekatan Komunikasi Antar Pribadi (KAP), membangun kedekatan emosional, serta mendorong perubahan perilaku berkelanjutan. Philmona menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Bina Institusi Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan BKKBN, Kementerian Kesehatan, Forum KAP, serta World Bank melalui tim INEY yang telah mendukung kegiatan ini.

Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci percepatan pencegahan dan penurunan stunting, terutama di daerah prioritas seperti Papua Barat Daya. Sebanyak 123 anggota TPK Kota Sorong tersebar di 10 distrik, menjalankan program Bangga Kencana dan penurunan stunting.

Philmona menegaskan bahwa tidak boleh ada anak yang tertinggal imunisasinya, dan tidak boleh ada keluarga yang luput dari pendampingan. Ia mengajak peserta re-orientasi untuk belajar bersama agar setiap keluarga di Papua Barat Daya mendapatkan pelayanan kesehatan, gizi, dan imunisasi secara optimal.

“Semoga setiap langkah dan kerja keras kita menuju keluarga berkualitas untuk Indonesia Emas 2045 selalu diberkati Tuhan,” ujarnya.