Seorang jurnalis foto asal Prancis, Antoni Lallican, meninggal dunia setelah serangan drone yang terjadi di wilayah Donbas, Ukraina timur. Serangan ini juga menyebabkan jurnalis Ukraina, Georgiy Ivanchenko, mengalami luka-luka.

Peristiwa memilukan ini terjadi saat Lallican sedang bertugas meliput konflik yang berkepanjangan di kawasan tersebut. Informasi ini disampaikan oleh Brigade Lapis Baja Keempat Ukraina serta Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang menyebut serangan itu dilakukan oleh drone asal Rusia.

Lokasi dan Kronologi Serangan

Kedua jurnalis berada dekat Druzhkivka, sekitar 20 kilometer dari garis depan di wilayah Donetsk. Brigade Lapis Baja Keempat mengonfirmasi Lallican tewas akibat serangan drone musuh, sementara kondisi Ivanchenko dilaporkan stabil.

Dalam pernyataannya di Facebook, Brigade tersebut menjelaskan bahwa keduanya memakai alat pelindung diri dan rompi antipeluru dengan tanda pengenal PRESS, menandakan status mereka sebagai wartawan.

Dampak Serangan dan Tanggapan Internasional

Federasi Jurnalis Eropa (EFJ) dan Federasi Jurnalis Internasional (IFJ) mengecam keras peristiwa ini dan menilai serangan tersebut sebagai kejahatan perang. Mereka juga menyerukan dilakukannya penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.

EFJ dan IFJ menegaskan bahwa ini merupakan kali pertama seorang jurnalis tewas akibat serangan drone di Ukraina. Presiden Macron turut memberikan penghormatan dan menyebut Lallican sebagai “korban serangan drone Rusia”.

Data Korban Jurnalis di Konflik Ukraina

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, setidaknya 17 jurnalis telah kehilangan nyawa dalam meliput konflik ini. Termasuk di antaranya Arman Soldin, jurnalis video AFP yang tewas akibat tembakan roket pada 2023.