Penyidik Kejari Flores Timur Periksa 9 Saksi Terkait Dugaan Korupsi di BKPSDM
Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Flores Timur terus melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi yang terjadi di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Flores Timur. Kasus ini terkait dengan anggaran tahun 2023 hingga 2025.
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) pada Kejari Flores Timur, Samuel L Tamba, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memeriksa sembilan saksi dalam kasus tersebut. Saksi-saksi yang diperiksa termasuk Kepala BKPSDM berinisial RKT, bendahara, serta pihak-pihak lain yang terkait langsung dengan kegiatan BKPSDM.
“Masih berproses dan kedepannya akan periksa saksi-saksi lainnya,” ujar Samuel, Senin (17/11/25). Ia menambahkan bahwa proses penyidikan masih dalam tahap pengumpulan bukti-bukti dan pemeriksaan lebih lanjut.
Bukti-Bukti yang Ditemukan
Dalam rangka penyelidikan, penyidik telah melakukan penggeledahan di kantor BKPSDM Flores Timur. Hasil penggeledahan tersebut berhasil menyita sebanyak 1.297 barang bukti, yang terdiri dari dokumen-dokumen penting. Di antaranya adalah nota-nota kosong yang diduga berkaitan dengan pengelolaan anggaran yang tidak transparan.
Samuel menjelaskan bahwa dokumen-dokumen tersebut sempat disembunyikan oleh pihak tertentu agar tidak terdeteksi dalam proses investigasi. “Penyidik mencari beberapa bukti yang sempat disembunyikan oleh pihak tertentu untuk menyembunyikan perannya dalam tindakan ini,” katanya.
Selain dokumen, penyidik juga berhasil menyita uang tunai sebesar Rp 30 juta. Uang tersebut diduga terkait erat dengan aksi korupsi yang dilakukan oleh para pelaku. Meski demikian, jumlah kerugian negara belum sepenuhnya ditentukan dan masih dalam proses perhitungan.
Proses Hukum yang Berjalan
Penggeledahan ini dilakukan berdasarkan surat perintah penggeledahan yang dikeluarkan oleh Kepala Kejari Flores Timur. Selain itu, penyidik juga memperoleh izin penggeledahan dari Ketua Pengadilan Negeri Larantuka. Hal ini menunjukkan bahwa proses penyidikan dilakukan secara legal dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
Penyidik juga sedang mempertimbangkan langkah-langkah hukum selanjutnya, termasuk pemeriksaan tambahan terhadap saksi-saksi yang relevan. Samuel menegaskan bahwa penyidikan akan terus berlangsung hingga semua fakta terungkap dan penyelesaian kasus dapat dicapai.
Peran Pejabat dalam Kasus Ini
Beberapa pejabat penting di BKPSDM Flores Timur diketahui terlibat dalam kasus ini. Mereka diperiksa sebagai saksi guna memperkuat proses penyelidikan. Namun, hingga saat ini, belum ada informasi resmi tentang status hukum mereka atau apakah mereka akan dinyatakan tersangka.
Proses hukum ini menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan penggunaan dana negara yang digunakan untuk pengembangan sumber daya manusia. Adanya dugaan korupsi di lembaga tersebut menimbulkan pertanyaan besar tentang transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran.
Langkah-Langkah yang Dilakukan Penyidik
Penyidik Kejari Flores Timur terus berupaya mengumpulkan bukti-bukti yang kuat untuk mendukung tuduhan korupsi. Selain dokumen dan uang tunai, penyidik juga memeriksa catatan keuangan, kontrak, dan laporan keuangan BKPSDM. Semua data ini akan menjadi dasar dalam menentukan siapa saja yang terlibat dalam kasus ini.
Dalam waktu dekat, penyidik kemungkinan akan mengundang saksi-saksi tambahan untuk diperiksa. Proses ini akan memastikan bahwa semua aspek kasus diperiksa secara menyeluruh dan objektif.

Tinggalkan Balasan