Penyerapan Tenaga Kerja Lokal di Kawasan Industri Batang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, mencatat sebanyak 6.500 tenaga kerja lokal telah terserap di berbagai sektor industri yang beroperasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Batang Industrial Park (BIP). Jumlah ini merupakan bagian dari total 28 ribu pekerja yang telah direkrut di dua kawasan tersebut.

Bupati Batang Faiz Kurniawan mengatakan bahwa angka tersebut menunjukkan tren positif, meskipun potensi peningkatan tenaga kerja lokal masih sangat besar. “Saat ini sudah lebih dari 6.500 warga lokal terserap di industri. Kami memprediksi masa emas rekrutmen ini akan terjadi pada akhir 2027 ketika sekitar 40 pabrik beroperasi dan akan menyerap 70 ribu hingga 100.000 tenaga kerja,” ujarnya di Batang, Selasa, 11 November 2025.

Untuk mendukung hal itu, Pemkab Batang meluncurkan Program Daker (Dapat Kerja), yang bertujuan menyiapkan generasi muda agar siap bersaing di sektor formal. Masyarakat dapat mengikuti program tersebut melalui stan Program Dapat Kerja di berbagai kegiatan, atau mendaftar lewat kepala desa, camat, hingga Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).

“Tujuannya jelas, program ini agar tidak ada lagi pengangguran di daerah. Anak muda harus punya pekerjaan yang layak dan bergaji pasti,” ujar Faiz saat menghadiri kegiatan Sambang Desa di Desa Candi, Kecamatan Bandar.

Upaya Meningkatkan Kesempatan Kerja

Menanggapi keluhan warga terkait perekrutan tenaga kerja di kawasan industri yang dinilai lebih memprioritaskan perempuan, Faiz menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan untuk memberikan peluang kerja yang seimbang bagi laki-laki maupun perempuan. Ia juga menambahkan, Pemkab Batang telah menerbitkan peraturan daerah tentang investasi yang memberikan insentif pajak tanah hingga 50 persen kepada perusahaan yang mempekerjakan minimal 70 persen tenaga kerja lokal.

“Kami sedang negosiasi dengan industri agar kesempatan kerja tidak berat sebelah. Ini perlu waktu tetapi pemerintah hadir untuk memastikan keadilan,” tegasnya.

Faiz berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, industri, dan masyarakat dapat mempercepat peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal dan mengurangi angka pengangguran di Batang secara signifikan dalam dua tahun ke depan.

Strategi Pemkab dalam Membangun Ekonomi Daerah

Program Daker menjadi salah satu strategi utama Pemkab Batang dalam membangun ekonomi daerah. Dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat, program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi tantangan pasar kerja yang semakin kompetitif.

Selain itu, Pemkab juga aktif dalam memfasilitasi hubungan antara pelaku usaha dan masyarakat. Hal ini dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti pertemuan rutin dengan pengusaha, pameran lapangan kerja, serta pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Kebijakan Investasi yang Mendukung Pengembangan Ekonomi

Peraturan daerah tentang investasi yang dikeluarkan oleh Pemkab Batang tidak hanya memberikan insentif pajak, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan industri di daerah. Insentif ini diharapkan mendorong lebih banyak perusahaan untuk mempekerjakan tenaga kerja lokal, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Peran Pemerintah dalam Memastikan Keadilan

Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjunjung prinsip keadilan. Dengan adanya koordinasi yang intensif dengan para pemangku kepentingan, Pemkab Batang berupaya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan saling menguntungkan.

Selain itu, pemerintah juga terus memantau perkembangan industri dan kondisi pasar kerja agar dapat menyesuaikan kebijakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Meski ada tantangan dalam proses perekrutan tenaga kerja, Pemkab Batang optimis bahwa dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, industri, dan masyarakat, target peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal dapat tercapai. Dalam beberapa tahun ke depan, diharapkan jumlah tenaga kerja yang terserap akan terus meningkat, membawa dampak positif bagi perekonomian daerah.