Seminar Nasional Road to Hari Ritel Nasional 2025 Fokus pada Energi Terbarukan
Hari ketiga dari Seminar Nasional Road to Hari Ritel Nasional (HRN) 2025 yang diadakan di Universitas Bunda Mulia (UBM) Kampus Lodan – Ancol, 4-6 November 2025, menyoroti topik penting yang menjadi perhatian global: penggunaan energi terbarukan dalam bisnis ritel. Topik ini diangkat oleh tiga narasumber lintas sektor, yaitu APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia), AISMOLI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia), dan praktisi keberlanjutan Fanda Soesilo.
Ketiga narasumber sepakat bahwa keberlanjutan tidak lagi menjadi pilihan tambahan, melainkan strategi inti dalam membangun daya saing ritel masa depan. Seminar ini diinisiasi oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) menjelang puncak perayaan HRN pada 11 November mendatang, dengan tema “Kebangkitan Ritel: Bertumbuh Bersama UMKM, Bergerak ke Pasar Global”.
Peran Pusat Belanja sebagai Fasilitas Publik
Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, membuka sesi dengan penegasan bahwa mall dan pusat belanja modern kini berperan lebih dari sekadar ruang komersial. Ia menyatakan bahwa pusat belanja adalah fasilitas publik yang bukan hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi alat strategis dalam aspek sosial, budaya, pendidikan, dan lingkungan yang berkelanjutan.
APPBI menyoroti beberapa pilar utama green retail mall, seperti desain arsitektur hijau – penerapan konsep terbuka, pencahayaan alami, dan ventilasi alami. Berikutnya efisiensi energi dan energi terbarukan – penggunaan lampu LED, instalasi panel surya, dan sistem daur ulang air. Selanjutnya adanya digitalisasi operasional – paperless management dan Internet of Things (IoT) untuk efisiensi fasilitas serta partisipasi pengunjung dan komunitas – dengan kampanye pengurangan plastik, penggunaan tas ulang pakai, serta green charity untuk pendidikan lingkungan.
“Kesadaran terhadap keberlanjutan di pusat belanja sudah tumbuh positif. Kini saatnya terus kita dorong, agar retail menjadi bagian solusi bagi masa depan bumi,” tambah Alphonzus.
Elektrifikasi Armada Logistik
Dalam sesi berikutnya, Riniwaty Sinaga, Public Relations and Event Executive AISMOLI, memaparkan hasil riset dan implementasi yang menunjukkan bahwa sektor transportasi retail merupakan sumber terbesar emisi karbon operasional. Lebih dari 80% aktivitas logistik retail masih bergantung pada BBM. Padahal, elektrifikasi armada dapat menurunkan emisi hingga 70% dan menghemat biaya operasional 25–30%.
AISMOLI mendorong pelaku ritel dan logistik untuk mulai beralih ke kendaraan listrik (EV), baik untuk pengiriman bahan baku, armada distribusi, maupun layanan last-mile delivery. Inovasi ini, menurut Riniwaty, bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga efisiensi dan citra perusahaan. Brand hijau adalah brand yang dipercaya. Penggunaan energi bersih, armada listrik, dan PLTS di toko-toko ritel bukan lagi ‘nice to have’, tapi must have untuk tetap kompetitif di pasar global.
Retail, menurutnya, bukan sekadar pengguna energi, tapi bisa menjadi produsen nilai karbon positif. Sinergi antar sektor akan mempercepat transformasi hijau Indonesia.
Perspektif Humanis tentang Keberlanjutan
Menutup sesi, Fanda Soesilo, green ambassador yang concern terhadap isu keberlanjutan, mengangkat perspektif yang lebih humanis: bahwa keberlanjutan dimulai dari kesadaran pelaku bisnis dan konsumen. “Sustainability bukan lagi pilihan moral, tapi strategi bisnis. Retail dan UMKM yang menerapkan efisiensi energi, daur ulang, dan pengelolaan limbah akan menjadi pemenang di pasar masa depan,” ujarnya.
Fanda memaparkan bagaimana biaya energi dan air di sektor retail meningkat hingga 25–30% dalam lima tahun terakhir, sehingga inovasi hijau bukan hanya membantu bumi, tetapi juga menghemat operasional secara signifikan. Ia memperkenalkan tiga pilar transformasi hijau untuk sektor ritel dan UMKM. Yaitu Creation – penggunaan energi terbarukan seperti panel surya dan baterai penyimpan energi (BESS). Conservation – penerapan teknologi pendinginan hemat energi, IoT-based monitoring, dan aerogel insulation untuk mengurangi emisi hingga 70%. Dan terakhir Circulation – pengelolaan limbah dan daur ulang air berbasis electrocoagulation system untuk mencapai zero waste discharge.
Fanda juga menekankan pentingnya green consumer engagement, yaitu mengubah perilaku pelanggan agar ikut menjadi bagian dari perubahan. “Generasi muda kini menjadi motor perubahan. Mereka tidak hanya membeli produk, tetapi juga nilai di baliknya — kejujuran, tanggung jawab, dan keberlanjutan.”
Apresiasi terhadap Sinergi Lintas Sektor
Ketua Panitia HRN 2025, Hans Harischandra Tanuraharjo menyampaikan apresiasi terhadap sinergi lintas sektor ini. “Keberlanjutan adalah jalan masa depan industri ritel Indonesia. Kita ingin retail modern menjadi contoh bahwa bisnis bisa maju tanpa meninggalkan tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.
Acara Seminar Nasional Road To Hari Ritel Nasional 2025 ini didukung penuh dari Bank Mandiri dan We+ (PT Kita Indonesia Plus). Seminar nasional ini merupakan bagian dari rangkaian menuju puncak Hari Ritel Nasional 2025 yang akan digelar pada 11 November 2025. Melalui tema besar “Kebangkitan Ritel: Bertumbuh Bersama UMKM, Bergerak ke Pasar Global”, Aprindo bertekad menjadikan momen ini sebagai tonggak penguatan ekosistem ritel nasional yang inklusif dan berdaya saing global.

Tinggalkan Balasan