Kedatangan Gus Salam ke PWNU DIY
Pada Rabu (15/4) malam, PWNU DIY menerima kedatangan cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Bisri Syansuri, yaitu KH Abdussalam Shohib atau yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Salam. Kedatangan Gus Salam disambut oleh Ketua PWNU DIY, Mukhtar Salim bersama jajaran pengurus.
Rombongan Gus Salam terdiri dari para masyayikh dari dua pesantren besar, yaitu PP Al-Falah Ploso dan PP Lirboyo di Kediri, Jawa Timur. Sebelumnya, Gus Salam telah menyampaikan rencana kedatangannya dan saat tiba, dia diterima dengan penuh hormat oleh pengurus PWNU.
Ketua rombongan Gus Salam, KH Makmun Mahfudz, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh PWNU DIY. Ia menjelaskan bahwa tujuan dari kunjungan ini adalah untuk melakukan silaturahmi antara Gus Salam dan pengurus PWNU serta PCNU se-Yogyakarta.
- “Terima kasih kepada PWNU DIY yang telah menerima dan menyambut kedatangan silaturahmi Gus Salam dan rombongan untuk bertemu Pengurus PWNU dan PCNU se-Yogyakarta,” ujar Gus Makmun.
- “Kami memperkenalkan Gus Salam, cucu Mbah Bisri. Gus Salam juga bagian dari keluarga PP Al-Falah Ploso dan PP Lirboyo, Kediri. Saya sampaikan niatan silaturahmi terkait ikhtiarnya sebagai kandidat Ketua Umum PBNU melalui muktamar yang akan datang,” tambahnya.
Gus Salam mengungkapkan bahwa dirinya berikhtiar maju sebagai calon Ketua Umum PBNU atas permintaan dan perintah dari para guru dan kiainya. Oleh karena itu, dia ingin mendapatkan doa dan restu dari pengurus PWNU dan PCNU se-Yogyakarta.
Gagasan Gus Salam tentang NU
Gus Salam menyampaikan perkenalannya melalui gagasan dan pikiran tentang jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Dia menjelaskan tentang kondisi NU saat ini dan proyeksinya ke depan.
- “Alhamdulillah, saya berkesempatan menyampaikan pemikiran dan gagasan tentang NU ke depan yang dimulai dari landasan dan pentingnya rekonsiliasi secara menyeluruh,” kata Gus Salam.
Ia juga mendengarkan tanggapan dari PWNU dan PCNU se-Yogyakarta terkait kondisi NU saat ini dan harapan ke depan di bawah kepemimpinan baru PBNU.
Penutup dari Rais PWNU DIY
Perkenalan gagasan Gus Salam dan dialog diakhiri dengan respons penutup dari Rais PWNU DIY, KH Mas’ud Masduki. Kiai Masud menegaskan bahwa NU sudah lama berkonflik dan kemudian terjadi islah. Saat ini, ia menilai bahwa saatnya untuk saling bersalaman, sebuah istilah yang identik dengan nama Gus Salam.
- “Kita (NU) sudah lama berkonflik, kemudian terjadi islah. Kini, saatnya bersalam-salaman (identik dengan nama Gus Salam),” ujar Kiai Masud.

Tinggalkan Balasan