PDI Perjuangan, Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan bahwa dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina merupakan amanat konstitusi dan hukum internasional yang lahir dari Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955.
Hasto mengatakan hal tersebut dalam seminar bertajuk Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Sabtu (18/4). Ia menegaskan bahwa kekonsistenan dalam memperjuangkan Palestina harus tetap dijaga.
Menurut Hasto, para pemimpin 29 negara pada tahun 1955 menandatangani komunike politik yang secara spesifik mendukung hak bangsa Arab atas Palestina. Sebagai lulusan Universitas Pertahanan (Unhan), ia menilai komitmen tersebut menjadi tonggak sejarah di mana bangsa-bangsa Asia-Afrika bersatu untuk menyuarakan keadilan tanpa campur tangan kekuatan Barat.
“KAA menyatakan sokongannya kepada hak bangsa-bangsa Arab atas Palestina dan menyerukan agar dilaksanakan resolusi PBB mengenai Palestina serta tercapainya suatu penyelesaian dengan jalan damai atas masalah Palestina,” ujarnya.
Hasto menekankan bahwa Indonesia sebagai mercusuar keadilan harus tetap teguh sebagai suri teladan dalam membela kemanusiaan dan menolak segala bentuk penghisapan antar bangsa.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi geopolitik saat ini cenderung anarkis. Tanpa pegangan sejarah yang kuat, diplomasi Indonesia akan terlihat gamang.
“Indonesia dengan rekam jejak sejarah yang luar biasa tersebut harus menjadi suri teladan dalam implementasi perjuangan keadilan kemanusiaan sebagai narasi pembebasan umat manusia yang mengalami ketertindasan,” katanya.
Seminar tersebut dihadiri oleh para kader PDIP di tingkat pusat maupun daerah. Sebagian peserta mengikuti acara secara langsung, sementara mayoritas mengikuti melalui jalur daring.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan memberikan pidato kunci dalam sesi kedua seminar.

Tinggalkan Balasan