Pengembangan QRIS Antar Negara yang Menjanjikan
Bank Indonesia (BI) memiliki rencana besar untuk memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke berbagai negara. Dalam sebuah pelatihan wartawan BI, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Himawan Kusprianto, menjelaskan bahwa beberapa negara yang menjadi target utama adalah China, Korea Selatan, dan Arab Saudi.
Himawan mengungkapkan bahwa kerja sama dengan Jepang sedang dalam proses pemeriksaan atau sandboxing. Ia menekankan bahwa saat ini, Jepang hanya terlibat dalam arus masuk (inbound), sementara arus keluar (outbound) dari Jepang ke Indonesia masih dalam tahap perencanaan.
Kerja Sama dengan China
Kerja sama paling dekat antara BI dan China telah melalui tahap sandboxing. Setelah itu, BI berharap bisa melakukan peluncuran dan implementasi QRIS pada akhir tahun ini atau awal tahun depan. Ini merupakan langkah penting untuk memperkuat hubungan ekonomi antar kedua negara.
Tahap Awal dengan Korea Selatan dan Arab Saudi
Dengan Korea Selatan, BI sudah memasuki tahap sandboxing dan akan segera dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Sedangkan dengan Arab Saudi, komunikasi masih dalam tahap awal dan belum secara formal maupun teknis. Himawan menyatakan bahwa diskusi dengan Arab Saudi masih dalam tahap awal dan belum ada rencana pasti.
Progres dengan India
Sementara itu, komunikasi dengan India sudah lebih maju. Bahkan, pembicaraan di tingkat industri sudah dimulai. Ini menunjukkan potensi besar dalam pengembangan QRIS antar negara, khususnya dengan negara-negara besar seperti India.
Pertumbuhan Transaksi Digital
BI mencatat bahwa volume transaksi pembayaran digital meningkat pesat. Pada kuartal III 2025, jumlah transaksi mencapai 12,99 miliar, tumbuh 38,08% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan ini didorong oleh perluasan akseptasi dan kanal pembayaran digital. Volume transaksi aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 13,11% dan 17,80%. Transaksi QRIS juga mengalami pertumbuhan signifikan, yaitu 147,65%.
Tantangan dan Peluang
Meskipun terdapat tantangan dalam memperluas cakupan QRIS ke luar negeri, BI tetap optimis. Dengan kolaborasi yang kuat dengan negara-negara mitra, penggunaan QRIS dapat memberikan manfaat besar bagi ekonomi digital Indonesia.
Dalam hal ini, pengembangan infrastruktur dan regulasi yang tepat menjadi kunci keberhasilan. BI terus berupaya untuk memastikan bahwa QRIS tidak hanya digunakan dalam negeri, tetapi juga menjadi standar internasional yang dapat diterima oleh berbagai negara.
Langkah Berikutnya
Untuk mewujudkan rencana ini, BI akan terus melakukan komunikasi dengan mitra internasional. Tahapan seperti sandboxing dan diskusi teknis akan menjadi bagian dari proses pengembangan. Dengan demikian, QRIS dapat menjadi alat yang efektif dalam mendukung perdagangan dan jasa lintas batas.
Selain itu, BI juga akan fokus pada peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang QRIS. Edukasi dan sosialisasi akan menjadi prioritas untuk memastikan bahwa semua pihak siap mengadopsi sistem pembayaran digital yang lebih efisien dan aman.
Dengan adanya inisiatif ini, Indonesia berpotensi menjadi pusat pengembangan QRIS yang memimpin di kawasan Asia Tenggara. Hal ini akan membuka peluang baru dalam dunia bisnis dan ekonomi digital, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang inovatif dan progresif.

Tinggalkan Balasan