Perjalanan Gereja Katolik Indonesia dalam SAGKI 2025

Pada tanggal 3 hingga 7 November 2025, sebuah peristiwa penting telah berlangsung di Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta. Acara tersebut adalah Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) yang ke-5. Sidang ini dihadiri oleh 375 peserta yang terdiri dari para uskup utusan keuskupan, komunitas kategorial, perwakilan lembaga dan sekretariat di lingkungan KWI (Konferensi Waligereja Indonesia), kaum religius, serta awam lintas usia.

Tema yang diangkat dalam sidang kali ini adalah “Berjalan Bersama sebagai Peziarah Pengharapan: Menjadi Gereja Sinodal yang Misioner untuk Perdamaian.” Tema ini dirumuskan berdasarkan beberapa acuan penting seperti Sidang Para Utusan Uskup 2024 tentang sinodalitas (berjalan bersama), tahun Yubileum 2025 tentang Pengharapan, dan pesan Paus Leo XIV tentang Perdamaian. Oleh karena itu, kata kuncinya adalah sinodal, misioner, dan perdamaian.

Sinodal berarti melibatkan semua pihak dalam proses pengambilan keputusan dan tindakan. Misioner artinya bergerak keluar dan tidak terkungkung dalam diri sendiri. Sedangkan perdamaian berarti secara proaktif membangun jembatan, kerja sama, dan menjadi duta damai.

Sidang ini merupakan sebuah pesta kasih, iman, dan pengharapan yang dirayakan dalam suasana persaudaraan, keramah-tamahan, suka cita, serta didasari tekad untuk menjadikan nilai-nilai Injili menjadi relevan dan nyata dalam menjawab tantangan zaman.

Sebelum sidang dilaksanakan, telah dilakukan konsultasi di tingkat keuskupan, lalu di tingkat provinsi gerejawi, dan akhirnya tingkat nasional. Setelah SAGKI, akan dilanjutkan dengan penerapan hasil-hasilnya di regio, keuskupan, dan gereja lokal.

Gereja Katolik Indonesia diharapkan bisa membangkitkan semangat misi, terus membarui diri, dan semakin sinodal. Ada empat panggilan misioner yang menjadi fokus, yaitu menyangkut generasi muda, perempuan, usia lanjut, dan anggota difabel. Sementara itu, panggilan kenabian dan keterlibatan Gereja meliputi:

  • Melawan pengabaian martabat manusia
  • Perlindungan anak
  • Pendidikan Katolik
  • Pelayanan kesehatan
  • Advokasi hak dan tanah adat
  • Mewartakan Injil di tengah ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan
  • Menjadi komunitas profetis yang berani menyuarakan kebenaran
  • Pastoral integral migran dan perantau
  • Membawa damai dan rekonsiliasi di tengah konflik
  • Merawat rumah kita bersama
  • Membangun budaya perjumpaan lintas iman
  • Pentingnya pembinaan iman

Dengan demikian, SAGKI 2025 memberikan sejumlah informasi penting bagi Gereja Katolik Indonesia. Ada banyak hal yang perlu dilakukan oleh Gereja dengan optimistik. Sebab kita percaya bahwa rahmat Allah senantiasa membantu, sebagaimana keyakinan Santo Paulus, “Akan hal ini, Aku yakin sepenuhnya yaitu Ia yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya, pada hari Kristus Yesus.” (Filipi 1:6). Amin.