Kunjungan Wakil Bupati ke Mahasiswa Korban Kebakaran Asrama
Wakil Bupati Abdul Sahid melakukan kunjungan ke mahasiswa korban kebakaran di Asrama Mahasiswa Parigi Moutong, yang terletak di Jl Yojokodi, Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, pada Minggu (16/11/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi para korban dan memberikan dukungan langsung dari pemerintah daerah.
Para mahasiswa yang terdampak merupakan warga Parigi Moutong yang sedang menempuh pendidikan di Palu. “Asrama ini dibangun untuk menampung anak-anak Parimo di perantauan,” ujar Abdul Sahid. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral terhadap warganya di luar daerah. Menurut dia, pemerintah tidak boleh tinggal diam ketika mahasiswa kehilangan tempat tinggal. “Kami pasti membantu semampu kami,” tegasnya menegaskan.
Tujuan utama dari kunjungan ini adalah memastikan kebutuhan dasar para mahasiswa terpenuhi pasca kebakaran. Wakil Bupati berdialog dengan mahasiswa yang bertahan di tenda pengungsian. Mereka menyampaikan kendala dalam kuliah dan kehilangan dokumen penting akibat musibah tersebut. “Banyak barang penting kami terbakar, termasuk laptop,” kata salah satu mahasiswa. Wakil Bupati mendengarkan keluhan itu dengan saksama dan meminta mereka tetap kuat. Ia mengatakan proses pemulihan akan didukung pemerintah daerah. “Kami ingin anak-anak tetap bisa melanjutkan kuliah tanpa hambatan,” jelasnya.
Di lokasi kejadian, Marwa Mahdang menyapa mahasiswi korban kebakaran. Ia menyerahkan paket bantuan berisi perlengkapan dasar. “Semoga bantuan ini meringankan kebutuhan harian,” ujar Marwa Mahdang. Para mahasiswi menerima bantuan tersebut dengan haru karena kondisi yang masih sulit. Mereka mengaku senang karena pemerintah daerah hadir secara langsung. “Kehadiran Wabup membuat kami merasa tidak sendirian,” ucap salah satu mahasiswi.
Bantuan dan Dukungan Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai bentuk bantuan untuk para korban kebakaran. Bantuan ini mencakup kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, serta perlengkapan hidup lainnya. Selain itu, pihak dinas terkait juga sedang memproses pengajuan bantuan tambahan untuk mempercepat proses pemulihan.
Beberapa langkah strategis telah direncanakan oleh pemerintah daerah untuk membantu para mahasiswa. Berikut beberapa upaya yang dilakukan:
- Pemenuhan kebutuhan dasar: Pemerintah menjamin ketersediaan makanan, air minum, dan perlengkapan dasar lainnya bagi para korban.
- Pemulihan dokumen penting: Dinas terkait sedang bekerja sama dengan lembaga pemerintah untuk membantu para mahasiswa dalam mengajukan dokumen baru.
- Dukungan psikologis: Tim psikolog telah diterjunkan untuk memberikan layanan konseling kepada para korban.
- Pembiayaan pendidikan: Pemerintah sedang meninjau kemungkinan bantuan biaya pendidikan tambahan untuk para mahasiswa yang terdampak.
Selain itu, pemerintah daerah juga sedang mempertimbangkan adanya bantuan dana darurat untuk memperbaiki asrama yang rusak akibat kebakaran. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu para mahasiswa kembali melanjutkan studi mereka dengan lebih tenang dan nyaman.
Peran Masyarakat dan Lembaga Swadaya
Tidak hanya pemerintah, masyarakat sekitar dan organisasi swadaya juga turut serta dalam memberikan bantuan kepada para korban. Banyak individu dan kelompok yang memberikan donasi berupa makanan, pakaian, dan perlengkapan kebutuhan sehari-hari. Selain itu, beberapa organisasi sosial juga sedang menyiapkan program bantuan khusus untuk para mahasiswa yang terdampak.
Peran masyarakat sangat penting dalam mempercepat proses pemulihan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga swadaya, diharapkan para korban dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.

Tinggalkan Balasan