Performa buruk Ibrahima Konate kembali menjadi sorotan setelah Liverpool menelan dua kekalahan beruntun dari Crystal Palace dan Galatasaray. Namun, manajer Liverpool, Arne Slot, memberikan pembelaan dengan menegaskan bahwa tidak hanya Konate yang tampil di bawah standar, melainkan sejumlah pemain lain juga menghadapi masalah serupa.
Liverpool mengalami kegagalan di dua laga terakhirnya pada Liga Inggris musim 2025/2026, menimbulkan kekhawatiran di lini pertahanan. Konate yang merupakan bek asal Prancis, menjadi sorotan utama karena dinilai menjadi titik lemah di barisan belakang. Kondisi ini diperparah dengan spekulasi mengenai masa depan Konate yang disebut-sebut mempertimbangkan pindah ke Real Madrid pada musim depan. Situasi tersebut membuat peluang Konate untuk tetap menempati posisi utama di tim mulai dipertanyakan, dan kemungkinan Joe Gomez kembali mendapatkan kesempatan sebagai partner Virgil van Dijk.
Arne Slot Tepis Kritik kepada Konate
Arne Slot menanggapi kritik yang diarahkan kepada Konate dengan menjelaskan bahwa penurunan performa bukan hanya dialami satu pemain saja. “Jika Anda kalah, maka Anda akan makin kesulitan jika mudah kehilangan bola,” ujar Slot kepada The Athletic.
Slot menambahkan, “Ibou (Konate) adalah salah satunya, tapi jelas bukan satu-satunya pemain yang tampil buruk. Terlepas dari penalti saat bertemu Galatasaray, mungkin ada tiga atau empat momen, di mana kami kehilangan bola begitu saja tanpa ada tekanan lawan, yang mana itu terjadi sekali dengannya di laga kontra Palace dan juga Galatasaray.”
Lebih lanjut, Slot mengungkapkan, “Jika Anda kehilangan fokus di momen seperti itu, maka Anda langsung terlihat buruk selama 90 menit. Saya tidak menganalisa laga seperti itu ketika saya menontonnya lagi. Saya lihat mana yang benar dan salah.”
Slot juga menyoroti kesalahan yang terjadi di dua pertandingan terakhir, bukan hanya dari Konate, tetapi juga pemain lain yang biasanya tampil konsisten. “Jika Anda melakukan hal yang tidak biasa, normalnya manajer yang dikritik,” kata Slot sambil menegaskan bahwa penurunan performa tim bersifat kolektif.

Tinggalkan Balasan