Peristiwa Travel Daun yang Menghebohkan Media Sosial
Beberapa hari terakhir, media sosial dihebohkan dengan munculnya nama Travel Daun, sebuah biro perjalanan yang diduga menelantarkan rombongan wisatawan di kawasan Pangandaran. Kasus ini menjadi topik hangat karena banyak pengguna mengaku pernah mengalami kejadian serupa dengan pihak travel tersebut. Tidak hanya di TikTok, kabar ini juga ramai diperbincangkan di Facebook dan Instagram hingga warganet ramai-ramai mencari akun IG Travel Daun untuk memastikan kebenarannya.
Awal Mula Kasus Travel Daun Viral di Media Sosial
Kabar ini pertama kali mencuat pada 25 Oktober 2025, ketika akun TikTok @nengintan membagikan video yang memperlihatkan kondisi para wisatawan yang terlantar di Pangandaran. Dalam unggahannya, ia menyebut bahwa tiga bus rombongan yang berangkat dari Cianjur tidak mendapatkan penginapan seperti yang dijanjikan. “Kondisinya sekarang terlantar, tidak ada bookingan hotel,” ungkapnya dalam video yang segera menarik perhatian ribuan penonton.
Mayoritas peserta tur disebut merupakan ibu-ibu dan lansia, yang seharusnya mendapatkan fasilitas istirahat setelah perjalanan panjang. Namun, sesampainya di lokasi, tidak ada kamar hotel yang disiapkan pihak travel. Selain itu, berdasarkan penuturan Neng Intan, setiap peserta tour membayar biaya Rp260 ribu per orang, namun akhirnya harus mencari tempat menginap sendiri. Bahkan, jadwal kepulangan pun sempat terkendala karena bus mereka dikabarkan ditahan oleh pihak tertentu.
Testimoni Warganet: Travel Daun Disebut Pernah Bermasalah Sebelumnya
Setelah unggahan tersebut viral, kolom komentar di berbagai platform media sosial pun dipenuhi curahan hati pengguna lain yang mengaku memiliki pengalaman buruk serupa. Beberapa warganet menulis bahwa Travel Daun sudah beberapa kali melakukan tindakan yang dianggap merugikan pelanggan.
“Kapok ikutan Travel Daun,” tulis akun @yeni yuliani. “Pernah ikut, ujung-ujungnya cari hotel sendiri dan bayar sendiri,” tambah akun @Na. “Saya pernah pakai travel ini juga tersiksa di Jogja, sumpah gak akan mau lagi,” ungkap akun @aamelya shop.
Komentar-komentar tersebut memperkuat dugaan bahwa insiden Pangandaran bukanlah kejadian pertama. Bahkan, beberapa warga menyebut Travel Daun juga pernah bermasalah dalam perjalanan umrah, termasuk penundaan keberangkatan dan pengembalian dana yang lambat.
Dugaan Kasus Lama: Penundaan Umrah dan Uang Belum Dikembalikan
Informasi tambahan muncul dari akun Herbowo Syaidi, yang sempat membagikan postingan pada forum Info Bandung dan Forum Warga Kabupaten Bandung. Dalam unggahannya, Herbowo menulis bahwa keluarganya sempat gagal berangkat umrah menggunakan jasa Travel Daun, dan hingga kini pengembalian uang masih belum dilakukan sepenuhnya. “Ibu dan saudara gue mau umroh pakai travel ini, jadwal terus diundur, akhirnya mengundurkan diri. Uang dikembalikan molor, masih ada sisa Rp85,5 juta,” tulis Herbowo.
Ia juga menambahkan bahwa pihak travel sulit dihubungi melalui telepon maupun WhatsApp. Dalam unggahan itu, disebut pula nama Haji Solihin sebagai pemimpin Daun Travel, dengan alamat kantor di Jl. Alun-alun Barat No. 186, Kecamatan Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat.
Akun Instagram Travel Daun Dikunci Setelah Viral
Menariknya, setelah ramai diperbincangkan publik, akun resmi Instagram @dauntravel.bdg dan @dauntravel tiba-tiba berubah menjadi private, sehingga tidak lagi bisa diakses publik. Padahal sebelumnya akun tersebut memiliki sekitar 2.600 pengikut. Langkah ini justru memicu lebih banyak spekulasi dari warganet. Banyak yang menduga bahwa tindakan mengunci akun dilakukan untuk menghindari hujan komentar dari masyarakat yang merasa dirugikan.
Sementara itu, sejumlah pengguna lain menuduh pihak Travel Daun sudah beberapa kali mengganti nama usaha setelah muncul kasus serupa. “Sudah 3 kali ganti nama, tapi tetap saja ada masalah,” ujar akun @ibem_your_experience. “Tetangga saya juga gagal berangkat umroh karena jadwal diundur terus,” tambah akun @kokom_komariah.
Respons Warganet dan Doa untuk Korban
Meski sebagian besar warganet menyoroti sisi negatif dari kejadian ini, ada pula yang berharap agar masalah tersebut segera terselesaikan dengan baik. Seorang pengguna bernama @destiadinan menulis bahwa pihak manajemen Travel Daun tengah menghadapi “musibah internal” dan meminta doa agar mereka segera menemukan jalan keluar. “Mohon doanya, semoga manajemen Daun diberi jalan keluar terbaik,” tulisnya.
Namun demikian, banyak netizen tetap mendesak agar pihak berwenang turun tangan menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang menyebabkan kerugian bagi jamaah dan peserta tur.
Apakah Benar Travel Daun Menelantarkan Jamaah?
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Travel Daun mengenai kasus penelantaran wisatawan maupun masalah umrah yang disebutkan warganet. Karena akun media sosial mereka sudah dikunci, publik sulit memperoleh pernyataan langsung dari pengelola. Meski demikian, beberapa laporan yang beredar menunjukkan adanya pola serupa antara kasus tur wisata dan umrah yang dikelola pihak travel tersebut. Jika terbukti benar, kasus ini berpotensi menjadi pelanggaran serius di bidang jasa perjalanan, terutama yang menyangkut keberangkatan ibadah.
Kasus Travel Daun viral 2025 menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati memilih jasa perjalanan, baik wisata maupun umrah. Sebelum melakukan pembayaran, pastikan biro travel terdaftar resmi di Kementerian Agama atau memiliki izin ASITA (Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia). Selain itu, selalu periksa ulasan pengguna lain dan jangan mudah tergiur dengan harga murah tanpa kejelasan fasilitas. Hingga berita ini ditulis, pihak Travel Daun belum memberikan tanggapan publik, dan warganet masih terus menelusuri kebenaran di balik viralnya akun IG Travel Daun yang kini dikunci.

Tinggalkan Balasan