Pentingnya Memahami Kemampuan Tanah dalam Perencanaan Pembangunan

Ketua Umum Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI), Husnain, menyoroti pentingnya mempertimbangkan kemampuan tanah sebagai dasar dalam perencanaan tata ruang dan pembangunan nasional. Menurutnya, kegagalan dalam memahami karakteristik tanah sering kali menjadi penyebab munculnya berbagai bencana di Indonesia.

Husnain menjelaskan bahwa rencana tata ruang harus didahului dengan evaluasi bentang lahan agar pemanfaatan ruang dapat berjalan secara berkelanjutan dan mengurangi risiko bencana. Ia menekankan bahwa kemampuan wilayah untuk menampung air serta potensi liquefaction harus diketahui sejak awal.

“Tanah tidak boleh diperlakukan sekadar sebagai ruang kosong untuk dibangun, tetapi harus menjadi fondasi utama dalam perencanaan pembangunan di semua sektor,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/12/2025).

Menurut Husnain, banyak bencana alam yang terjadi di berbagai daerah dipicu oleh ketidaktahuan atau abai terhadap faktor tanah dan kondisi bentang lahan di sekitarnya. Ia menyatakan bahwa ketika sebuah bangsa menggunakan tanah sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya, maka peradaban akan tumbuh, berkembang, dan berkelanjutan.

Peran Tanah dalam Kehidupan dan Ekosistem

Senior Economist in the Global Food and Agriculture Practice (GFADR) World Bank, Vikas Choudhary, menilai bahwa paradigma ilmu tanah kini berkembang jauh lebih luas karena tanah merupakan fondasi utama kehidupan. Ia menegaskan bahwa tanah tidak hanya berperan dalam mendukung produksi pangan, tetapi juga dalam menjaga keberlanjutan ekosistem serta melindungi keanekaragaman hayati.

“Tanah yang sehat melahirkan manusia yang sehat dan menghasilkan bangsa yang sehat. Setiap negara perlu menyusun kebijakan dan menerapkan praktik untuk menjaga tanah tetap sehat,” ujar Choudhary.

Seruan tersebut sejalan dengan tema Hari Tanah Dunia (World Soil Day) 2025, yaitu “Tanah yang Sehat untuk Kota yang Sehat” yang diusung oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO). Hari Tanah Dunia diperingati secara global sejak 2014 dan di Indonesia mulai digelar pada 2017. Hingga kini, peringatan ini terus dilaksanakan secara konsisten sebagai bagian dari kampanye peningkatan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga kesehatan tanah.

Langkah-Langkah untuk Menjaga Kesehatan Tanah

Untuk mencapai tujuan menjaga kesehatan tanah, beberapa langkah penting perlu dilakukan:

  • Evaluasi Bentang Lahan: Sebelum merancang tata ruang, dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi tanah dan lingkungan sekitarnya.
  • Penggunaan Tanah Secara Berkelanjutan: Membangun infrastruktur dan pengembangan wilayah dengan mempertimbangkan kemampuan tanah.
  • Peningkatan Kesadaran Masyarakat: Melalui kampanye dan edukasi, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya tanah bagi kehidupan dan ekosistem.
  • Kebijakan yang Mendukung: Pemerintah perlu menyusun kebijakan yang mendukung perlindungan dan pelestarian tanah.

Tantangan dalam Menjaga Kesehatan Tanah

Meskipun ada upaya-upaya untuk menjaga kesehatan tanah, masih terdapat tantangan yang perlu diatasi. Beberapa di antaranya adalah:

  • Penggunaan Tanah yang Tidak Berkelanjutan: Banyak area yang digunakan untuk pembangunan tanpa memperhatikan kapasitas dan kemampuan tanah.
  • Pencemaran Tanah: Aktivitas industri dan pertanian sering kali mengakibatkan pencemaran tanah yang berdampak buruk pada ekosistem.
  • Perubahan Iklim: Perubahan iklim dapat memengaruhi sifat fisik dan kimia tanah, sehingga memperparah kerusakan tanah.

Kesimpulan

Menjaga kesehatan tanah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Dengan memahami dan memperlakukan tanah dengan baik, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam konteks pembangunan nasional, tanah harus menjadi fondasi utama yang dipertimbangkan dalam setiap rencana dan kebijakan. Dengan demikian, kita dapat menghindari bencana alam dan memastikan keberlanjutan peradaban.