Pasokan air bersih kini kembali mengalir ke wilayah tengah Gaza setelah terputus selama lebih dari sembilan bulan akibat serangan militer Israel yang menyebabkan kerusakan parah pada jalur distribusi air utama. Pemulihan ini menjadi harapan bagi hampir satu juta warga yang tinggal dan mengungsi di daerah tersebut.
Menurut Otoritas Air Palestina yang berbasis di Ramallah, tim teknis berhasil menguji coba dan memulihkan aliran air ke komunitas di Al-Maghazi, Al-Bureij, Nuseirat, dan Deir Al-Balah. Wilayah ini menjadi tempat penampungan bagi banyak pengungsi akibat konflik yang telah berlangsung selama hampir dua tahun.
Koordinasi Perbaikan Jalur Air di Tengah Kondisi Sulit
Perbaikan pipa utama menghadapi tantangan besar, terutama karena aktivitas militer dan kehadiran pasukan Israel di Gaza. Otoritas Air Palestina harus melakukan perbaikan dengan koordinasi ketat bersama pihak Israel, yang mengontrol sebagian pasokan air.
Saluran air tersebut dipasok oleh Mekorot, perusahaan milik negara Israel, yang menyediakan sekitar 22 persen kebutuhan air di Gaza dan Tepi Barat. Biaya operasional ditanggung oleh Otoritas Palestina yang tetap mengelola sejumlah urusan sipil di Gaza meskipun wilayah tersebut secara politik dikuasai Hamas sejak 2007.
Kondisi Jaringan Air dan Krisis Kemanusiaan
Meski perbaikan jalur utama berhasil, persoalan distribusi air masih jauh dari selesai. Sekitar 80 persen jaringan pipa di Gaza mengalami kerusakan dan kebocoran yang signifikan. Hal ini membuat pasokan air tidak merata dan sering kali tidak aman untuk dikonsumsi.
Perang berkepanjangan memperparah krisis air di Gaza, di mana sumber air bawah tanah yang semakin menipis sering kali mengandung kadar garam tinggi sehingga tidak layak minum. Banyak warga yang tinggal di kamp pengungsian hanya mengandalkan distribusi air sementara dari organisasi kemanusiaan atau truk tangki air.
WASH Cluster, sebuah konsorsium kemanusiaan PBB yang fokus pada masalah air dan sanitasi, menyatakan bahwa sebagian besar pipa air rusak parah akibat serangan militer. Kondisi ini menimbulkan kesulitan besar bagi warga Gaza yang hidup di bawah tekanan konflik dan keterbatasan sumber daya.
Data Korban dan Dampak Serangan
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 66.288 warga Palestina. Data ini diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan menunjukkan dampak serius dari konflik terhadap penduduk sipil.

Tinggalkan Balasan