Menjelang peringatan HUT ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jumat (3/10/2025). Upacara perayaan akbar ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 5 Oktober 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo didampingi sejumlah pejabat tinggi, antara lain Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Peninjauan ini diunggah melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet.

Antusiasme Masyarakat dan Persiapan Gladi Bersih

Prabowo tampak mengenakan baju safari cokelat dan topi biru gelap saat meninjau Monas dari panggung upacara. Kehadirannya disambut antusias oleh masyarakat yang berada di lokasi. Beberapa momen memperlihatkan Prabowo menyapa dan melayani warga yang ingin bersalaman.

Kapuspen TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menyampaikan bahwa upacara nanti akan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia selaku inspektur upacara. Selain Presiden, hadir pula Panglima TNI, Menteri Pertahanan, Wakil Panglima TNI, dan seluruh Kepala Staf Angkatan.

Rangkaian Acara dan Kesiapan Pasukan

Gladi bersih yang digelar hari ini juga memperlihatkan alur kedatangan para pejabat dan prajurit dalam upacara. Prabowo akan menggunakan mobil kepresidenan Maung untuk berkeliling dan menyapa masyarakat. Rombongan yang diikuti pasukan berkuda akan memasuki lokasi melalui akses Patung Kuda.

Prabowo juga melakukan pengecekan kesiapan pasukan yang akan terlibat dalam upacara. Sebanyak 133 ribu prajurit dan 1.047 alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari seluruh matra TNI telah disiapkan untuk meramaikan puncak perayaan.

Tema HUT ke-80 TNI dan Maknanya

HUT ke-80 TNI mengusung tema “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju”. Menurut Freddy Ardianzah, tema tersebut mencerminkan profesionalisme dan adaptasi TNI dalam menghadapi tantangan zaman.

“TNI Rakyat diambil dari jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara yang berjuang, profesional, dan nasional. Indonesia Maju berarti kemampuan TNI tidak hanya dalam operasi tempur, tetapi juga operasi militer selain perang yang mendukung program nasional untuk mewujudkan Indonesia maju,” ujar Freddy.