Patung Jenderal Sudirman akan segera dipindahkan ke lokasi baru yang lebih strategis dan ikonik, tepatnya di perbatasan Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman. Langkah ini sejalan dengan upaya pengembangan kawasan integrasi antarmoda di Dukuh Atas yang tengah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Rencana tersebut muncul dalam sebuah pertemuan antara Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada akhir September 2025. Dalam diskusi itu, dibahas pula konsekuensi dari penggabungan Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru, yang salah satunya adalah pemindahan patung pahlawan nasional tersebut.

Pengembangan TOD Dukuh Atas dan Integrasi Moda Transportasi

Pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas bertujuan mengintegrasikan empat moda transportasi berbasis kereta, yaitu Moda Raya Terpadu (MRT), Lintas Raya Terpadu (LRT), Kereta Rel Listrik (KRL), dan Kereta Bandara. Integrasi ini diharapkan memudahkan masyarakat dalam berpindah moda transportasi sehingga meningkatkan kenyamanan mobilitas.

Menteri Dudy Purwagandhi menyatakan, “Kawasan TOD Dukuh Atas sudah didesain sedemikian rupa agar masyarakat dapat dengan mudah berpindah dari satu moda ke moda lain di Stasiun Dukuh Atas, Sudirman, maupun BNI City.”

Posisi Baru Patung Jenderal Sudirman Lebih Strategis

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa relokasi patung Jenderal Sudirman bukan berarti mengurangi nilai historisnya, justru sebaliknya. Patung yang merupakan simbol perjuangan pahlawan besar akan ditempatkan di titik yang lebih menonjol dan mudah dilihat publik.

Menurut Pramono, “Patung Sudirman akan ditempatkan betul-betul di perbatasan antara Jalan Thamrin dan Sudirman. Lokasi ini berada di jalur strategis menuju kawasan Dukuh Atas yang nantinya menjadi simpul transportasi dan TOD di Jakarta.”

Penempatan di lokasi baru ini diperkirakan akan membuat patung tersebut menjadi lebih ikonik dan dapat dinikmati oleh warga, terutama saat kondisi lalu lintas padat. Pramono menambahkan, “Patung itu akan kelihatan lebih jelas dan lebih enak untuk dilihat dari arah Thamrin sebelum naik ke Dukuh Atas.”