Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menegaskan pentingnya integrasi data penerima subsidi energi. Hal ini bertujuan untuk memastikan subsidi energi, khususnya LPG 3 kg, tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak.

Pernyataan Eddy muncul sebagai tanggapan atas data subsidi energi LPG 3 kg yang baru-baru ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Namun, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menilai data tersebut kurang akurat. Eddy menekankan perlunya data acuan yang terintegrasi antar kementerian terkait agar tidak terjadi salah sasaran.

Integrasi Data Subsidi untuk Cegah Salah Sasaran

“Saya meyakini baik Menteri Keuangan maupun Menteri ESDM ingin agar subsidi energi tepat sasaran kepada mereka yang berhak. Karena itu kami mendorong agar data penerima subsidi LPG maupun subsidi BBM terintegrasi dan menjadi acuan bersama,” ujar Eddy dalam dialog dengan tokoh masyarakat dan agama di Cianjur, Jumat (3/10/2023).

Menurut Eddy, dengan menggunakan data acuan yang sama, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, dan kementerian terkait lainnya dapat memastikan penyaluran subsidi berjalan konsisten dan tepat.

Perlu Pengalihan Subsidi Barang ke Subsidi Uang

Eddy menjelaskan, awalnya LPG 3 kg memang diperuntukkan bagi rumah tangga miskin atau pra-sejahtera. Namun, saat ini penggunaan LPG bersubsidi ini telah meluas hingga ke rumah tangga kelas menengah serta usaha seperti kafe dan restoran.

“Subsidi yang tidak tepat sasaran ini yang harus dibenahi bersama seluruh Kementerian dan Lembaga sesuai arahan Presiden Prabowo,” tambahnya.

Selain integrasi data, Eddy konsisten mendorong pengalihan subsidi dari bentuk barang menjadi subsidi langsung berupa uang tunai kepada masyarakat penerima.

Simulasi Subsidi Tunai LPG 3 Kg

“Sejak awal diskusi publik mengenai subsidi energi, saya sudah sampaikan bahwa lebih baik jika subsidi barang dialihkan menjadi subsidi uang yang diberikan langsung kepada masyarakat miskin dan tidak mampu,” kata Eddy.

Dia mengilustrasikan, jika subsidi pemerintah per tabung LPG 3 kg adalah Rp 33.000 dan setiap kepala keluarga menggunakan tiga tabung per bulan, maka penerima subsidi akan menerima tunai sebesar Rp 99.000 setiap bulannya.

“Dengan mekanisme ini, harga LPG 3 kg di pasaran akan seragam sesuai ketetapan regulator dan Pertamina,” jelas Eddy.

Subsidi Tepat Sasaran Sebagai Upaya Penghematan APBN

Eddy menambahkan, pemberian subsidi langsung dalam bentuk uang tunai akan mengedepankan asas keadilan dan membantu meringankan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Pilar utama pembiayaan negara selain meningkatkan pendapatan adalah dengan melakukan penghematan anggaran. Salah satunya dengan memastikan subsidi diberikan tepat sasaran hanya kepada mereka yang berhak, yakni saudara-saudara kita yang miskin dan tidak mampu,” tutup Eddy.